Diberitakan sebelumnya, Klub Jurnalis Investigasi (KJI) yang berkolaborasi dengan Indonesia Corruption Watch (ICW) mengendus indikasi suap dalam proyek pembangunan terminal tersebut.
Dalam pantauan KJI, pembangunan terminal angkutan umum tipe C yang menggunakan dana APBD Kabupaten Serang tahun 2018 senilai Rp2,1 miliar. Untuk menyelesaikan pembangunan, Pemkab Serang kembali menganggarkan pembangunan fasilitas pendukung terminal Tunjungteja sebesar Rp1,1 miliar pada tahun 2019.
Beberapa waktu yang lalu, tersiar kabar bahwa salah seorang komisaris dari perusahaan pelaksana proyek pembangunan Terminal Tunjungteja, bernama Lukman, melaporkan dua orang mantan pegawai ULP Kabupaten Serang Y dan I, yang disebut-sebut sebagai kerabat dekat mantan kepala ULP Kabupaten Serang, Okeu Oktaviana.
“Iya benar (melaporkan), iya (Y dan I),” ujar Lukman, saat dihubungi oleh BANPOS, Minggu (10/10).
Ia membenarkan pernah melaporkan Y dan I ke Polres Serang, lantaran keduanya merupakan keponakan dari Okeu. Namun ia membantah apabila pelaporan tersebut dikarenakan pelaksanaan proyek pembangunan terminal Tunjungteja.
E-Paper BANPOS Terbaru
“Oh bukan (soal proyek terminal Tunjungteja),” terangnya.
Tak sampai disitu, BANPOS berupaya melakukan konfirmasi kepada terlapor, Y. Saat ditemui, ia mengaku bahwa pelaporan tersebut dikarenakan tidak ditepatinya komitmen yang dibuat oleh pihak Okeu, dan pengusaha.
Dalam pertemuan tersebut, Y menyinggung soal pemberian uang dan komitmen. Selain itu, ia juga mengungkapkan terkait tidak terpenuhinya administrasi perusahaan yang berkaitan dengan komitmen tersebut.
“Jadi posisinya pemberian uang itu untuk fee pemenang (CV Al Mubarak), karena posisinya perusahaan itu sudah mendapat bintang, memang harus disiapkan komitmennya. Jadi kalau rekening itu (perusahaan) biarpun bodong, itu dikesampingkan juga, yang penting ‘lo komitmen aja sama gue, ini gue menangin perusahaan lo tapi lo kasih komitmen ke gue’ gitu,” ujarnya menjelaskan.
Menurutnya, ia memberikan uang sebesar Rp200 jutaan dari perusahaan pemenang tender pembangunan terminal Tunjungteja kepada Okeu. Saat itu ia bersama sepupunya, I dan juga orangtuanya di salah satu kafe di Kota Serang.