Pertama, bahwa dalam puasa ini kembali merevitalisasi sikap pembelaan pada kaum mustadh’afin yang sedang khusu melakukan ritus puasa untuk mendapat ridho Allah SWT. Kita wajib membela mereka dengan memperlakukan dengan baik kaum mustadhafin,
Hal ini didasarkan pada salah satu ayat Alquran yang berbicara tentang pembelaan pada mustadhafin surah An-Nisa’ ayat 75: “Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: ‘Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!’”
Dalam ayat ini ditegaskan bahwa pembelaan [deffender] terhadap kelompok mustadhafin harus dilakukan dengan ragam cara dan makna yang lebih luas. Ketertindasan kaum mustadh’afin dalam ayat di atas bukan saja soal kesenjangan ekonomi dan kekerasan tapi soal perlakuakan tidak baik dan diskriminasi dengan sikap careless atau tidak perduli apalagi persekusi oleh mereka yang kuat kepada mereka yang lemah, atau adanya kelompok yang memiliki power bertindak sewenang-wenang terhadap kelompok lemah dan tidak memiliki pembela.
Kedua, siklus kehiduapan akan terus berjalan, yang dibawah akan beranjak berjalan cepat atau lambat akan menuju titik posisi di atas pun sebaliknya. Tuhan telah berjanji bahwa kaum mustadhafin akan diberikan amanah menjadi pewaris keberlangsungan kehidupan di muka bumi. Maka watak mustakbirin akan teramputasi secara alamiah sebagai mana Al Quran memberikan pesan :
“Dan kami hendak memberi karunia kepada mustadhafin di bumi dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisinya, dan akan kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi….” (QS. al-Qashash: 5).
E-Paper BANPOS Terbaru
Ketiga, mengamputasi sikap dan watak mustakbirin seperti sombong, dzalim dan merendahkan orang-orang mustadhafin harus segera di sudahi dan memohon maaf ampun jika selama ini kita masih sering berlaku tidak adil pada orang orang lemah bahkan tanpa kita sadari berlaku dzalim.