TANGERANG, BANPOS – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Kesehatan terus berkomitmen mengoptimalisasi program penurunan prevalensi stunting. Hal ini disampaikan langsung dalam Forum Rencana Kerja (Renja) Dinas Kesehatan Kota Tangerang 2027.
Forum ini merupakan tahapan krusial dalam penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Perangkat Daerah guna memetakan strategi kesehatan masyarakat di masa mendatang.
Selain itu, Pemkot Tangerang berharap rumusan kebijakan yang dihasilkan dalam Forum Renja Dinkes Kota Tangerang 2027 dapat direalisasikan untuk meningkatkan kualitas kesehatan bagi masyarakat Kota Tangerang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni menuturkan, Pemkot Tangerang menargetkan dapat melanjutan tren kinerja positif dalam menurunkan angka prevalensi stunting beberapa tahun terakhir.
Pemkot Tangerang memastikan program penurunan prevalensi stunting masih menjadi isu strategis di samping program penurunan angka kematian ibu dan bayi, peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan.
Selain itu, ada juga penguatan cakupan kesehatan semesta (UHC), peningkatan mutu pelayanan puskesmas dan rumah sakit, serta jaminan ketersediaan dan keamanan mutu obat dan alat kesehatan di Kota Tangerang.
”Kami mulai membuka Forum Renja Dinkes Kota Tangerang untuk merumuskan isu dan program kesehatan prioritas yang akan direalisasikan pada tahun depan. Ada banyak masukan, salah satunya agenda penurunan angka prevalensi stunting yang masih menjadi prioritas yang pada tahun ini sudah mencapai 5,3 persen,” ujar Dini, Rabu (4/3).
Ia melanjutkan, Pemkot Tangerang akan meningkatkan agenda promotif dan preventif sebagai bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektoral di Kota Tangerang.
”Tidak hanya perumusan isu strategis dan program prioritas, kami juga menyelaraskan program dengan berbagai usulan yang disampaikan masyarakat lewat Musrenbang, organisasi profesi kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya,” tambahnya.
ia menekankan, bahwa tantangan kesehatan terkait stunting di tahun-tahun mendatang akan semakin kompleks. Oleh karena itu, penyusunan Renja 2027 tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh elemen.
Partisipasi aktif dari OPD terkait memastikan bahwa rencana kerja Dinkes selaras dengan kesehatan, dan pelayanan bagi masyarakat Kota Tangerang.
Dengan terlaksananya Forum Renja ini, diharapkan Dinkes Kota Tangerang dapat menghasilkan dokumen perencanaan yang adaptif, akuntabel, serta dapat direalisasikan untuk meningkatkan kualitas kesehatan bagi masyarakat Kota Tangerang pada tahun 2027 mendatang. (*)





Discussion about this post