Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Salah Data, Pemkot Serang Akui Belum Bayar Gaji Ratusan Guru Paruh Waktu

by Muhamad Wahyu
Februari 27, 2026
in PEMERINTAHAN
Salah Data, Pemkot Serang Akui Belum Bayar Gaji Ratusan Guru Paruh Waktu

Wali Kota Serang, Budi Rustandi.(Ari Supriadi/tangselpos.id)

SERANG, BANPOS – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akhirnya mengakui bahwa ratusan guru PPPK Paruh Waktu di bawah kewenangannya, belum menerima gaji dari APBD. Hal itu diklaim terjadi karena adanya kesalahan input data oleh Dindikbud.

Demikian terungkap seusai pertemuan antara pihak perwakilan guru PPPK Paruh Waktu, dengan Walikota Serang beserta jajaran terkait, Jumat (27/2).

Baca Juga

PPPK Paruh Waktu bakal Dilantik Minggu Depan

Pesan Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang: Mana Berani Kami Ngomong Langsung?

Februari 28, 2026
Emban Amanah Jadi Kadindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri Ingin Wujudkan Siswa ‘Berbudi’

Klaim Tak Zalim, Dindikbud Kota Serang Mulai Sibuk Cek Data Gaji Guru PPPK Paruh Waktu

Februari 27, 2026
Enggan Disebut Zalim, Kadindikbud Klaim Pemkot Serang Justru Lakukan Percepatan Kebijakan untuk Guru PPPK Paruh Waktu

Enggan Disebut Zalim, Kadindikbud Klaim Pemkot Serang Justru Lakukan Percepatan Kebijakan untuk Guru PPPK Paruh Waktu

Februari 27, 2026
Misteri Wewe Gombel di Kantor Walikota Serang

Sebar Misleading Soal Gaji Guru PPPK Paruh Waktu, Pemkot Serang Disebut Tak Berbudi

Februari 27, 2026

Dilansir dari Tangselpos.id (RM Group), Walikota Serang, Budi Rustandi, mengaku pihaknya sangat konsen dalam memperjuangkan hak para guru.

Bahkan, ia menyebut bahwa Kota Serang menjadi daerah yang pertama mengangkat guru honorer menjadi PPPK paruh waktu.

Ia menjelaskan, alokasi anggaran gaji 899 guru PPPK paruh waktu sebesar Rp12,96 miliar, dengan rincian Rp1,21 miliar dialokasikan dari APBD dan Rp11,75 miliar ditanggung melalui Bantuan Operasional Satuan (BOS).

“Karena keinginan saya untuk menjaga dan memberi semangat motivasi kepada para guru agar mereka merasa dihargai sebagai guru dan dihargai oleh pemerintah. Saya sudah tekankan ke Pak Sekda, para guru ini minimal dapat gaji Rp 1 juta, itu karena melihat kemampuan keuangan kita,” ungkap Budi.

Meski demikian, ia mengaku terdapat kesalahan data yang terjadi pada OPD terkait, dalam hal ini Dindikbud Kota Serang, sehingga membuat ratusan guru PPPK Paruh Waktu belum mendapatkan tambahan gaji dari APBD.

Ia berpendapat, sangat wajar ada kesalahan dalam proses input data, sehingga terjadi ketidaksesuaian jumlah gaji yang diterima para guru, yang seharusnya Rp1 juta, namun diterima di bawah itu.

“Misalkan nih dari BOS Rp300.000, maka dari APBD Rp700.000, dan itu sudah berjalan. Januari dan Februari sudah dibayarkan. Namun ada beberapa dari 899 guru miss data, ada yang dapat cuma Rp650.000 dan belum tertambahkan dari APBD. Kita pastikan kekurangannya akan dibayarkan melalui APBD, namun tentu datanya harus selesai dulu. Karena tidak mungkin kita bayar jika datanya tidak sesuai,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, mengatakan bahwa honor guru PPPK paruh waktu sudah dibayarkan untuk Januari dan mulai dibayarkan untuk Februari.

“Gaji bulan Januari sudah dibayarkan seluruhnya, sementara untuk bulan Februari sedang dalam proses pencairan hari ini. Contoh untuk kasus Arman (guru SDN Kesaud yang ikut pertemuan, red) ini karena terjadi kesalahan pendataan awal atau human error,” ujarnya.

Menururnya, Arman biasanya menerima honor di atas Rp1 juta, sehingga tidak dilakukan pendataan untuk penambahan dari APBD.

“Namun tiba-tiba beliau ini hanya menerima Rp600.000, dan kami pastikan data ini akan diperbaharui dan kekurangannya ditambah melalui APBD,” terang Nuri.

Menurutnya, kesalahan pendataan merupakan hal wajar. Namun tentu pihaknya terus berupaya melakukan perbaikan agar para guru ini tidak dirugikan.

“Tidak ada masalah pada ketersediaan anggaran, melainkan murni karena kesalahan input data awal yang saat ini sedang dalam tahap perbaikan menyeluruh oleh Pemkot Serang,” tandasnya. (*)

Tags: Kota SerangPPPK Paruh Waktu

Berita Terkait

PPPK Paruh Waktu bakal Dilantik Minggu Depan
PEMERINTAHAN

Pesan Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang: Mana Berani Kami Ngomong Langsung?

Februari 28, 2026
Emban Amanah Jadi Kadindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri Ingin Wujudkan Siswa ‘Berbudi’
PEMERINTAHAN

Klaim Tak Zalim, Dindikbud Kota Serang Mulai Sibuk Cek Data Gaji Guru PPPK Paruh Waktu

Februari 27, 2026
Enggan Disebut Zalim, Kadindikbud Klaim Pemkot Serang Justru Lakukan Percepatan Kebijakan untuk Guru PPPK Paruh Waktu
HEADLINE

Enggan Disebut Zalim, Kadindikbud Klaim Pemkot Serang Justru Lakukan Percepatan Kebijakan untuk Guru PPPK Paruh Waktu

Februari 27, 2026
Misteri Wewe Gombel di Kantor Walikota Serang
HEADLINE

Sebar Misleading Soal Gaji Guru PPPK Paruh Waktu, Pemkot Serang Disebut Tak Berbudi

Februari 27, 2026
HEADLINE

Seperti Berstatus Honorer, Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang Bakal Digaji Pakai Dana BOS

Februari 25, 2026
Tak Gaji Guru PPPK Paruh Waktu, P2G Sebut Pemkot Serang Zalim
HEADLINE

P2G Kumpulkan Data Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang yang Tak Dapat SPK dan Gaji

Februari 25, 2026
Next Post
Bawa Jargon “Ruhay”, Ainia Tampil Menarik di Aksi Indosiar 2026

Bawa Jargon “Ruhay”, Ainia Tampil Menarik di Aksi Indosiar 2026

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh