LEBAK, BANPOS – Kondisi Pasar Semi Rangkasbitung kini memprihatinkan. Pasalnya, sekitar lingkungan pasar tampak becek dan dipenuhi sampah.
Kondisi itu semakin diperparah saat musim hujan tiba.
Halaman berlumpur bercampur comberan serta sampah membuat suasana lingkungan pasar tampak kumuh tak terawat.
Hal itu membuat warga menjadi tidak nyaman.
Tak hanya itu berdasarkan pantauan BANPOS di lokasi, paving block di area parkir terlihat mulai amblas dan rusak.
Buruknya sistem drainase membuat air hujan tertahan, menciptakan kubangan yang mengganggu aktivitas jual beli.
Lina, salah seorang warga Rangkasbitung mengaku miris melihat kondisi tersebut. Ia menyayangkan fasilitas publik yang baru seumur jagung itu sudah jauh dari kata layak.
“Pasar ini kan baru diresmikan tahun lalu, tapi kondisinya sudah seperti ini. Becek, kotor, dan tidak nyaman untuk belanja,” ungkap Lina.
Ia khawatir, sanitasi lingkungan pasar yang buruk akan berdampak pada kesehatan pedagang maupun pembeli.
Menurutnya, jika tidak ada penanganan serius, pasar ini justru akan menjadi sumber penyakit.
“Kalau terus dibiarkan, ini bisa jadi sarang penyakit. Pemerintah harus segera turun tangan memperbaiki dan membersihkannya,” tegasnya.
Sorotan tajam juga datang dari Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Kepemudaan (PTKP) HMI Cabang Lebak, Ilham Maulana Raisa.
Ia menyebut kondisi pasar ini sangat ironis, mengingat lokasi pasar berada di wilayah yang secara toponimi dikenal dengan nama Kandang Sapi.
“Jangan sampai karena Pasar Semi ini ada di daerah bernama Kandang Sapi, pemerintah membiarkan kondisinya seperti tempat mandi atau kubangan sapi. Ini sangat ironis,” cetus Ilham.
Menurut aktivis mahasiswa ini, infrastruktur seharusnya dibangun dengan asas kemanfaatan jangka panjang, bukan sekadar menggugurkan kewajiban proyek fisik.
“Pembangunan Pasar Semi ini harusnya jadi tolak ukur keberhasilan. Kalau kondisinya seperti ini, artinya Pemkab Lebak gagal menjalankan pembangunan infrastruktur yang berbasis kebermanfaatan dan berkeadilan,” tukasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Rully Edward, tidak menampik kondisi tersebut.
Ia menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah perbaikan.
“Kurang lebih sekitar Rp1 miliar sudah disiapkan oleh Pemkab Lebak untuk peningkatan Pasar Semi Rangkasbitung. Dalam waktu dekat akan segera digarap,” kata Rully.
Rully mengakui, kondisi pasar saat ini belum ideal. Keluhan pedagang terkait minimnya meja lapak dan sarana pendukung seperti toilet menjadi perhatian utamanya.
“Melalui anggaran yang dialokasikan ini, kami berupaya memenuhi kebutuhan para pedagang, terutama terkait meja berjualan, serta peningkatan salah satu gedung di Pasar Semi Rangkasbitung,” tandasnya. (*)







Discussion about this post