SERANG, BANPOS – Harapan petani untuk kembali menanam pascabanjir mulai menemukan titik terang.
Pemerintah Provinsi Banten memastikan penyaluran bantuan benih terus berjalan, dengan prioritas utama bagi lahan yang mengalami puso atau gagal panen total.
Plt. Sekretaris Dinas Pertanian Provinsi Banten, Saiful Bahri Maemun, menyampaikan bahwa beberapa daerah sudah lebih dulu menerima bantuan.
Pandeglang dan Lebak menjadi dua kabupaten yang distribusinya telah direalisasikan.
“Pandeglang dan Lebak sudah tersalurkan bantuan benih. Pada saat pengajuan pertama pada akhir Januari lalu totalnya sekitar 50 ton untuk kurang lebih 2.000 hektare lahan,” ujar Saiful saat ditemui BANPOS di ruang kerjanya, Senin (23/2).
Menurutnya, data kerusakan akibat banjir masih terus bergerak. Berdasarkan pendataan sementara musim tanam (MT) 2025/2026 per 18 Februari 2026, luas lahan terdampak banjir mencapai 11.555,35 hektare, dengan 2.721 hektare di antaranya mengalami puso.
“Data banjir sementara MT 2025/2026 per 18 Februari 2026 itu terkena seluas 11.555,35 hektare dan mengalami puso seluas 2.721 hektare,” jelasnya.
Ia menegaskan, lahan yang mengalami puso menjadi prioritas dalam penyaluran bantuan. Jumlah bantuan pun dapat bertambah mengikuti perkembangan laporan dari daerah.
“Saat ini yang diutamakan adalah lahan yang puso. Data terus bergerak, jadi kebutuhannya juga bisa bertambah,” katanya.
Sementara itu, Kabupaten Serang belum menerima distribusi bantuan karena terlambat mengajukan data. Saiful menyebut usulan baru disampaikan pada Jumat (20/2), sehingga prosesnya ikut mundur.
“Alasan Kabupaten Serang terlambat mengajukan data. Jadi ikut terlambat juga prosesnya. Baru hari Jumat kemarin mengusulkan bantuan,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya memastikan koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan. Dalam waktu dekat, rapat bersama Kementerian Pertanian akan digelar untuk mempercepat realisasi bantuan.
“Kami sudah komunikasi ke pusat, nanti bakal ada rapat dengan Kementan. Kita koordinasi dan pantau kapan bisa mulai lagi,” paparnya.
Saiful menekankan, kelengkapan administrasi menjadi kunci agar bantuan dapat segera disalurkan.
“Kalau berkas komplet, tentu bisa segera tersalurkan. Prinsipnya kami siap memfasilitasi, tapi data harus lengkap,” terangnya.
Di sisi lain, harapan besar datang dari para petani. Falah, salah seorang petani di Kabupaten Serang, berharap bantuan benih bisa segera turun agar musim tanam tidak kembali tertunda.
“Semoga bisa segera direalisasikan oleh pemerintah, segera turun bantuan biar kami bisa bertani,” ujarnya singkat. (*)







Discussion about this post