JAKARTA, BANPOS – Forum Ekonomi Kreatif (Fekraf) Banten melaporkan kondisi krisis infrastruktur ruang kreatif di Tanah Jawara kepada Menteri Ekonomi Kreatif. “Banten saat ini menghadapi krisis venue berskala besar yang menghambat potensi daerah,” tegas Ketua Umum Fekraf Banten, Muhammad Irfan Koyong.
Selanjutnya, rombongan pelaku kreatif ini menemui Menteri Teuku Riefky Harsya guna menindaklanjuti hasil diskusi bersama Menko AHY sebelumnya. “Dukungan pemerintah pusat menjadi kunci agar potensi ekonomi kreatif daerah dapat tumbuh berkelanjutan,” ujar Irfan dalam audiensi tersebut.
Setelah itu, Irfan memaparkan fakta menyedihkan mengenai banyaknya ajang nasional yang gagal terlaksana akibat keterbatasan ruang kegiatan memadai. “Keterbatasan ruang kegiatan membuat banyak potensi event nasional tidak bisa digelar di Banten,” kata Irfan kepada awak media.
Lantas, kondisi minimnya fasilitas tersebut berdampak langsung pada hilangnya potensi perputaran uang dalam skala ekonomi daerah yang besar. “Perputaran uang dari sektor tiket hingga perhotelan justru mengalir ke daerah lain,” keluh Irfan menyikapi hilangnya peluang ekonomi.
Fekraf Banten Dorong Pemda Revitalisasi Gedung Tidur
Berikutnya, Fekraf Banten mendorong pemerintah daerah agar segera merevitalisasi aset lahan maupun gedung tidur menjadi ruang kreatif yang produktif. “Kami mendorong agar aset lahan maupun gedung tidur bisa direvitalisasi menjadi ruang kreatif,” tutur Irfan menawarkan solusi kolaboratif.
Seketika, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya merespons laporan tersebut dengan menyiapkan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) nasional. “Rindekraf ini akan menjadi arah sinkronisasi kebijakan dari pusat hingga ke daerah,” jelas Riefky menanggapi keluhan Fekraf Banten.
Kemudian, pemerintah pusat juga menyiapkan dukungan pembiayaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) industri kreatif berbasis Kekayaan Intelektual. “Kami ingin asosiasi menjadi mitra dalam menyalurkan KUR agar menjangkau pelaku usaha daerah,” ungkap Riefky mengenai plafon bantuan tersebut.
Berikutnya, menteri menekankan bahwa pembangunan infrastruktur ekonomi kreatif memiliki dampak pengganda yang sangat luas bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. “Venue ekonomi kreatif memiliki multiplier effect yang besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Riefky memberikan catatan penting.
Terakhir, Riefky mengajak komunitas kreatif di Banten untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam membangun ekosistem yang jauh lebih sehat. “Ekonomi kreatif tumbuh dari komunitas sehingga manfaatnya akan dirasakan langsung oleh daerah,” pungkas Riefky menutup pertemuan resmi tersebut. (*)








Discussion about this post