Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Merdeka Institute Kecam Sikap Pemerintah dalam Kasus Teror Terhadap Ketua BEM UGM

by Tusnedi Azmart
Februari 20, 2026
in NASIONAL, PEMERINTAHAN, PENDIDIKAN
Merdeka Institute Kecam Sikap Pemerintah dalam Kasus Teror Terhadap Ketua BEM UGM

Direktur Eksekutif Merdeka Institute, Mulia Siregar

JAKARTA, BANPOS – Merdeka Institute mempertanyakan sikap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menanggapi munculnya teror dan intimidasi terhadap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, setelah melontarkan kritik keras terhadap kasus anak bunuh diri di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi justru mempermasalahkan etika dan adab dalam memberikan kritik ke pemerintah. Ini sangat memprihatinkan,” ujar Direktur Eksekutif Merdeka Institute, Mulia Siregar, dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).

Baca Juga

Program MBG Tingkatkan Kesadaran Gizi Warga Kota Serang

Maret 4, 2026
Dianggap Tidak Berpihak Pengusaha Lokal, Program MBG Tuai Kritikan DPRD Lebak

Dianggap Tidak Berpihak Pengusaha Lokal, Program MBG Tuai Kritikan DPRD Lebak

Februari 17, 2026
Agis Ungkap Dampak Nyata MBG, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih bagi Warga Serang

Agis Ungkap Dampak Nyata MBG, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih bagi Warga Serang

Februari 2, 2026
Hasil Ternak di Lebak Belum Bisa Cukupi Kebutuhan Program MB

Hasil Ternak di Lebak Belum Bisa Cukupi Kebutuhan Program MB

Desember 29, 2025

Seperti diketahui, Mensesneg Prasetyo Hadi meminta para aktivis mahasiswa menghindari kata-kata yang dianggap tidak sopan dalam melakukan kritik.

“Penyampaian pendapatnya enggak ada masalah, tapi caranya itu kan juga itu perlu menjadi pelajaran bagi kita semua kan. Misalnya, hindarilah menggunakan kata-kata yang tidak sopan atau kurang baik. Ini berlaku untuk siapa pun ya, tidak hanya untuk adik saya yang dari BEM UGM,” ujar Prasetyo Hadi kepada wartawan, Rabu (18/2/2026) lalu.

Menurut Mulia Siregar, statemen Mensesneg melenceng dari substansi kritik yang dilakukan oleh aktivis mahasiswa, yakni terkait kasus bunuh diri anak di NTT. BEM UGM menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan yang bodoh karena memangkas dana pendidikan, padahal masih banyak masyarakat yang tak mampu menjangkau pendidikan, dan informasi ini diduga tidak sampai ke Presiden.

 

Merdeka Institute Catat Tiga Hal

Merdeka Institute, kata Mulia, mencatat tiga hal untuk menanggapi statemen Mensesneg. Pertama, pemerintah seolah menganggap ringan kasus teror dan ancaman terhadap aktivis yang mengkritisi kebijakan pemerintah.

“Alih-alih turut prihatin dengan adanya teror, Mensesneg justru mempermasalah diksi dalam mengemukakan kritik,” tegas Mulia.

Kedua, lanjut Mulia, Mensesneg seolah mentoleransi adanya teror dan intimidasi terhadap para aktivis hanya karena mengkritik pemerintah dengan kata-kata keras. Bukannya mengecam peneror, Mensesneg justru mengajari aktivis yang diteror cara mengkritik yang menurutnya baik dan benar.

“Padahal, yang membuat Ketua Umum BEM UGM diteror lebih karena mereka berkirim surat ke Unicef terhait kasus anak bunuh diri. Kasus ini memang sangat memprihatinkan dan perlu mendapat perhatian bersama,” tegasnya.

Ketiga, sikap Mensesneg yang menganggap ringan dan mentoleransi teror terhadap aktivis, menurut Mulia, merupakan “alarm merah” bagi kehidupan demokrasi dan kebebasan berpendapat yang dijamin Undang-undang.

“Masyarakat dan mahasiswa turun ke jalan menggelorakan Reformasi tahun 1998 karena salah satunya memperjuangkan kebebasan berpendapat. Sikap pemerintah bertolak-belakang dengan hal itu. Apa memang mau kembali seperti zaman Orba,” tandasnya.

Terkait hal ini, Merdeka Institute mengajak seluruh elemen masyarakat dan aktivis mahasiswa untuk bersama-sama mewaspadai upaya-upaya mentoleransi teror, ancaman, dan intimidasi kepada para pengritik kebijakan pemerintah. “Kita harus lawan bersama,” tutupnya. (*)

Tags: BEMBEM UGMMakan Bergizi GratisMBGMerdeka Institute

Berita Terkait

EKONOMI

Program MBG Tingkatkan Kesadaran Gizi Warga Kota Serang

Maret 4, 2026
Dianggap Tidak Berpihak Pengusaha Lokal, Program MBG Tuai Kritikan DPRD Lebak
PEMERINTAHAN

Dianggap Tidak Berpihak Pengusaha Lokal, Program MBG Tuai Kritikan DPRD Lebak

Februari 17, 2026
Agis Ungkap Dampak Nyata MBG, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih bagi Warga Serang
PEMERINTAHAN

Agis Ungkap Dampak Nyata MBG, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih bagi Warga Serang

Februari 2, 2026
Hasil Ternak di Lebak Belum Bisa Cukupi Kebutuhan Program MB
EKONOMI

Hasil Ternak di Lebak Belum Bisa Cukupi Kebutuhan Program MB

Desember 29, 2025
Mobil MBG Tabrak Siswa dan Guru di SDN 01 Cilincing, BGN Tanggung Seluruh Biaya Perawatan Korban
NASIONAL

Mobil MBG Tabrak Siswa dan Guru di SDN 01 Cilincing, BGN Tanggung Seluruh Biaya Perawatan Korban

Desember 11, 2025
Dapur MBG di Bayah Hentikan Layanan, Insentif Diduga Tersendat di Yayasan
PERISTIWA

Dapur MBG di Bayah Hentikan Layanan, Insentif Diduga Tersendat di Yayasan

Desember 8, 2025
Next Post
Dewan Sebut LSD Berpotensi Hambat Investasi di Kabupaten Tangerang

Dewan Sebut LSD Berpotensi Hambat Investasi di Kabupaten Tangerang

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh