SERANG, BANPOS – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten atau Kemendukbangga Banten, menggelar aksi sosial di Aula Kidang Kencana, Rabu (18/2).
Kegiatan bertajuk “Berbagi Bersama Anak Yatim Keluarga Risiko Stunting (KRS)” ini menyasar 35 anak yatim sebagai upaya konkret percepatan penurunan angka stunting di Provinsi Banten.
Plt Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Banten, Yuda Ganda Putra menjelaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremonial menyambut bulan puasa.
Lebih dari itu, ini adalah langkah strategis untuk memperkuat ketahanan keluarga demi menyongsong Indonesia Emas 2045. Menurutnya, pemenuhan gizi bagi anak-anak dari keluarga berisiko stunting harus menjadi prioritas.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam mendukung pembangunan keluarga berkualitas serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi anak,” ujar Yuda.
Yuda menegaskan, penanganan stunting tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendirian. Dibutuhkan kerja keroyokan dan kolaborasi lintas sektor. Karena itu, dalam penyaluran santunan kali ini, BKKBN Banten menggandeng Lembaga Amil Zakat (LAZ) Qalamul Umran Indonesia (QUI) dan Laskar Merah Putih Banten.
Sinergi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan bantuan sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial. Momentum jelang Ramadan dinilai sangat tepat untuk meningkatkan empati terhadap sesama, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan intervensi gizi.
Senada dengan Yuda, Ketua LAZ QUI, Subhan, menekankan bahwa berbagi dengan anak yatim adalah wujud nyata dukungan terhadap tumbuh kembang anak. Ia mengapresiasi langkah BKKBN yang terus membuka ruang kolaborasi.
“Upaya pengentasan stunting tidak hanya tanggung jawab BKKBN Provinsi Banten tapi tanggung jawab bersama, butuh kolaborasi, butuh peran semua elemen dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama anak-anak yatim dari keluarga berisiko stunting,” tegas Subhan.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut juga diisi dengan siraman rohani. Para peserta diajak merenungi kembali keutamaan bersedekah di bulan Ramadan, di mana pahala akan dilipatgandakan.
Selain itu, menyantuni anak yatim juga menjadi sarana untuk membersihkan jiwa dan meraih kedekatan dengan Rasulullah SAW di surga kelak.
Melalui santunan ini, ke-35 anak yatim penerima manfaat diharapkan tidak hanya terbantu secara materiil untuk perbaikan gizi, tetapi juga mendapatkan dukungan moral. Semangat kebersamaan ini menjadi bekal penting bagi mereka dalam menjalani ibadah puasa dengan penuh keberkahan dan ketenangan hati.





Discussion about this post