LEBAK, BANPOS – Kekesalan warga Kampung Parung, Desa Intenjaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, tak bisa lagi dibendung. Jumat (13/2/2026). Puluhan warga turun ke jalan melakukan aksi protes dengan cara menanami pohon pisang dan padi di tengah akses jalan yang rusak parah.
Kondisi jalan penghubung antara Desa Intenjaya dan Desa Cikulur, Kecamatan Cikulur ini memang memprihatinkan.
Badan jalan yang membelah area persawahan itu tak lagi terlihat wujud aslinya, berubah menjadi kubangan lumpur hitam yang dalam. Padahal, jarak lokasi ini ke Alun-alun Rangkasbitung hanya sekitar 11,3 kilometer atau 20 menit perjalanan.
Pantauan di lokasi, aksi ini didominasi oleh kaum ibu. Sambil menggendong anak, mereka berkumpul di tengah kubangan lumpur, menyuarakan protes keras atas kondisi infrastruktur yang dinilai tidak layak.
Ketua RW 01 Kampung Parung, Sartani, mengungkapkan bahwa aksi ini dipicu oleh rasa frustrasi warga. Sudah hampir lima tahun jalan tersebut rusak dan luput dari sentuhan perbaikan pemerintah.
“Motivasi kami itu. Karena jalan ini rusak parah dibiarkan. Makanya warga pada turun ke sini protes,” tegas Sartani.
Dalam kesempatan itu, Sartani secara lantang menagih janji Gubernur Banten, Andra Soni. Warga mengingat betul program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) yang digadang-gadang sang Gubernur saat berkunjung ke Desa Karyajaya, yang menjanjikan pembangunan pada tahun 2026.
“Bapak Andra Soni yang terhormat, Gubernur Banten, sesuai dengan janjinya waktu di Karyajaya, mau dibangun 2026. Tolong kami dibantu dan dibangun akses jalan kami ini, karena kami dengar dan tahu saat Pak Gubernur menyampaikan waktu itu di Karyajaya,” ujarnya.
Teruskan Keluhan ke Pimpinan Daerah
Ia juga meminta tokoh masyarakat setempat, Jaro Odong, untuk meneruskan keluhan ini langsung ke pimpinan daerah.
“Pak Jaro Odong sampaikan aspirasi masyarakat ke Gubernur Banten,” tambahnya.
Bagi warga, jalan ini adalah urat nadi kehidupan. Jalur ini menjadi akses vital untuk berbagai aktivitas, mulai dari mengangkut hasil pertanian, menuju Puskesmas, pasar, hingga akses pendidikan anak-anak.
“Lewat sini semua. Kami mohon hormat kepada Pak Gubernur, tolong segera dibangun karena itu janji Bapak,” tandasnya.
Senada dengan Sartani, Elin, salah seorang warga setempat, menaruh harapan besar agar pemerintah segera turun tangan.
Ia mengaku tidak tega melihat anak-anak sekolah yang harus berjibaku dengan lumpur setiap hari.
“Harapannya segera dibangun, karena kasian anak sekolah. Mereka berangkat rapih, pulang pada kotor,” ucap Elin.
Kondisi jalan yang licin dan berlumpur juga kerap memakan korban. Menurut Elin, kecelakaan tunggal akibat jalan rusak sudah menjadi pemandangan sehari-hari.
“Banyak, kemarin juga tukang sayur jatoh di sini,” pungkasnya. (*)







Discussion about this post