LEBAK, BANPOS – Kepala Yayasan Persada Bahagia, Mistar, mengaku tidak memahami secara jelas alasan Kepala SPPG di Pasindangan, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak menahan pembayaran gaji relawan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mistar menegaskan, pihak yayasan pada dasarnya ingin seluruh relawan segera menerima haknya.
Namun, ia menyebut adanya persoalan komunikasi yang tidak sinkron antara yayasan dan kepala SPPG.
“Kami ingin semua relawan segera dibayar. Namun komunikasi kami banyak ketidaksinkronan dan ketidakpahaman. Perkataan kepala SPPG juga sering berubah-ubah kebijakannya,” ujar Mistar kepada BANPOS, Sabtu (14/2).
Ia mengaku hingga saat ini belum mendapatkan penjelasan yang jelas terkait alasan penahanan gaji tersebut.
Menurutnya, persoalan komunikasi yang tidak berjalan efektif menjadi kendala utama dalam penyelesaian masalah.
“Kami tidak mengetahui alasan dengan jelas dan memang komunikasi kita selalu tidak nyambung,” katanya.
Mistar berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan agar operasional program kembali berjalan normal dan pelayanan terhadap masyarakat penerima manfaat tidak terganggu.
“Harapan kami persoalan ini ingin segera selesai dan normal agar bisa memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat penerima,” tegasnya.
Selain itu, pihak yayasan juga meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera mengambil langkah tepat dalam menyikapi persoalan tersebut agar tidak berlarut-larut.
“Harapan kami BGN segera mengambil langkah tepat untuk segera menyikapi persoalan ini,” tandasnya. (*)

Discussion about this post