LEBAK, BANPOS — Wacana penyusunan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang penyelenggaraan dan perlindungan penyandang disabilitas mendapat sambutan positif dari kelompok disabilitas di Kabupaten Lebak. Sambutan itu salah satunya datang dari Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni).
Dewan Pengawas Pertuni Provinsi Banten, Aan Aini, menilai keberadaan peraturan tersebut sangat lah penting karena dapat memberikan jaminan serta kepastian kepada kelompok disabilitas dalam mengakses pelayanan yang inklusif.
“Kami menyambut sangat baik dan positif. Bagaimanapun juga ini payung hukum buat kami agar penghormatan, perlindungan, dan hak-hak itu dipenuhi oleh pemerintah,” ujarnya.
Aan mengungkapkan bahwa sebagai kelompok rentan, para penyandang disabilitas di daerah terutama di Kabupaten Lebak belum mendapatkan haknya secara memadai dalam mengakses pelayanan publik. Selama ini mereka harus berjuang dalam menghadapi pelayanan yang belum berpihak pada penyandang disabilitas sebagai kelompok rentan.
“Kalau saya boleh amati, memang betul hampir di Banten ini aksesnya kurang atau kurang ramah buat kami,” ucapnya.
Oleh sebab itu Aan sangat berharap wacana penyusunan Raperda Penyelenggaraan dan Perlindungan Penyandang Disabilitas dapat benar-benar direalisasikan. Karena keberadaannya dapat menjadi secercah harapan bagi para penyandang disabilitas dalam memperjuangkan hak-haknya.
“Ini kan payung hukum kami, undang-undang itu. Jadi, ketika kami meminta hak kami, misalnya tentang akses disabilitas di beberapa tempat baik fisik maupun bangunan, dasarnya masih ada. Jika aturannya sudah ada, kami tinggal meminta, kenapa tidak dijalankan atau diimplementasikan di lapangan?” katanya.
Hanya saja dalam proses penyusunannya, Aan menekankan perlu adanya keterlibatan kelompok penyandang disabilitas di dalamnya. Hal itu supaya kebijakan yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan kelompok disabilitas di lapangan.
“Ketika mereka membuat rancangan Perda atau Naskah Akademik (NA), undanglah kami untuk meminta masukan. Tentu yang merasakan itu kami. Mereka mungkin hanya tahu secara teori, tetapi praktiknya kami yang tahu. Mana yang pas buat kami, mana yang layak,” tegasnya.







Discussion about this post