SERANG, BANPOS – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 67 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) membangun insinerator pembakar sampah minim asap di Desa Lambangsari, Kabupaten Serang, sebagai upaya membantu penanganan persoalan sampah di lingkungan masyarakat.
Pembuatan insinerator tersebut dilaksanakan pada Sabtu (1/2) lalu dan berlokasi di MTS Al Khairiyah, Desa Lambangsari.
Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sekolah yang selama ini masih dibakar secara terbuka dan berpotensi menimbulkan polusi udara.
Ketua KKM 67 UNTIRTA Desa Lambangsari, Reza Rahma Dani mengatakan, insinerator dirancang dengan sistem pembakaran yang lebih aman dan minim asap sehingga tidak mengganggu kesehatan warga sekitar.
“Pembuatan insinerator minim asap ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan sampah di Desa Lambangsari. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama agar memberikan manfaat jangka panjang,” ujar Reza.
Sebelum pembangunan dilakukan, mahasiswa KKM 67 terlebih dahulu menggelar sosialisasi kepada pihak sekolah, guru, dan siswa mengenai cara penggunaan serta perawatan insinerator.
Sosialisasi tersebut bertujuan agar alat dapat digunakan secara tepat, aman, dan berkelanjutan.
Pemilihan MTS Al Khairiyah sebagai lokasi pembangunan didasarkan pada ketersediaan lahan serta adanya petugas kebersihan yang rutin, sehingga insinerator dapat dirawat dan dioperasikan secara optimal.
Kepala MTS Al Khairiyah menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKM UNTIRTA yang telah membantu meningkatkan kebersihan lingkungan sekolah.
“Kami mengapresiasi program mahasiswa KKM 67 UNTIRTA yang telah membantu sekolah dan lingkungan sekitar dalam pengelolaan sampah. Insinerator ini sangat bermanfaat untuk mengurangi penumpukan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah,” katanya.
Selain membantu mengurangi volume sampah, keberadaan insinerator juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran siswa dan masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah sejak dini.
Mahasiswa KKM 67 berharap program ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan serta mendorong terciptanya Desa Lambangsari yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (*)

Discussion about this post