TANGERANG, BANPOS – Realisasi investasi Kota Tangerang sepanjang tahun 2025 menunjukkan kinerja yang sangat positif. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), total capaian investasi tahun 2025 mencapai Rp22,54 triliun atau setara 149 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp15,11 triliun.
Kepala DPMPTSP Kota Tangerang, Sugihharto Achmad Bagdja, menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan akumulasi realisasi investasi dari Triwulan (TW) I hingga TW IV tahun 2025. Pada TW I realisasi investasi tercatat sebesar Rp4,43 triliun, TW II sebesar Rp8,21 triliun, TW III sebesar Rp5,47 triliun, dan TW IV sebesar Rp4,47 triliun.
“Secara keseluruhan, realisasi investasi tahun 2025 melampaui target yang ditetapkan. Ini menunjukkan iklim investasi di Kota Tangerang tetap kondusif dan diminati dunia usaha,” tutur Sugihharto, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/2).
Ia menjelaskan, pada Triwulan IV tahun 2025, capaian investasi sebesar Rp4,47 triliun terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp2,96 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp1,5 triliun.
Meski terjadi penurunan dibandingkan TW III, hal tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya jumlah proyek yang tercatat, dari sekitar 10 ribu proyek pada TW III menjadi 7.570 proyek pada TW IV.
”Secara year to year, investasi Kota Tangerang juga mengalami peningkatan dari tahun 2024 ke 2025. Pada tahun 2024, realisasi investasi tercatat sebesar Rp2,94 triliun, sementara pada tahun 2025 meningkat menjadi Rp4,47 triliun atau naik sekitar 51–52 persen,” kata Sugihharto.
Pemerintah Kota Tangerang optimistis tren positif investasi ini akan terus berlanjut pada tahun 2026. Target investasi tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp15,15 triliun. Untuk menjaga dan meningkatkan realisasi investasi, Pemkot Tangerang terus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha serta melakukan inovasi layanan perizinan.
Salah satu inovasi layanan perijinan tersebut diantaranya adalah program SULT-ON (Konsultasi Online). Inovasi ini dirancang sebagai sistem konsultasi berbasis daring yang memanfaatkan layanan WhatsApp dan terintegrasi dalam satu platform web.
Sugihharto menjelaskan, SULT-ON merupakan sarana konsultasi online yang dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan pertanyaan maupun pengaduan terkait perizinan.
“Inovasi ini merupakan konsultasi online yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang berhubungan dengan perizinan online,” kata Sugihharto.
Menurut dia, kehadiran SULT-ON memberikan dampak langsung bagi pemohon perizinan, khususnya dalam mempercepat proses legalitas usaha yang terhubung dengan sistem Online Single Submission (OSS).

Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai tahapan dan persyaratan administrasi perizinan secara lebih mudah, cepat, dan terpusat. Seluruh layanan diklaim terintegrasi dalam satu sistem sehingga dinilai lebih efektif dan efisien.
“Jadi masyarakat bisa bertanya tentang proses administrasi yang berhubungan langsung dengan perizinan yang ada di Kota Tangerang. Ini sangat efektif dan efisien karena sudah terintegrasi dengan satu web,” ujarnya.
Di sisi lain, Kota Tangerang tercatat sebagai salah satu daerah tujuan investasi, termasuk bagi investor asing yang bergerak di berbagai sektor usaha.
Sugihharto menyebut, capaian tersebut tidak terlepas dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem investasi yang kondusif, termasuk percepatan proses perizinan dan kepastian hukum bagi pelaku usaha.
“Pemerintah Kota Tangerang terus berusaha menciptakan iklim investasi yang kondusif sehingga membuka peluang investor untuk berinvestasi. Komitmen percepatan perizinan dan kepastian hukum menjadi bagian dari upaya tersebut,” katanya.
Ia menambahkan, realisasi investasi tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan dunia usaha terhadap Kota Tangerang yang terus meningkat, sekaligus memperkuat daya saing daerah dalam menarik investasi.
Keunggulan Kota Tangerang tidak hanya ditopang oleh letaknya yang strategis dekat Bandara Internasional Soekarno–Hatta, tetapi juga oleh dukungan infrastruktur yang memadai, kualitas sumber daya manusia, serta kemudahan layanan perizinan yang terus ditingkatkan.
“Visi kita jelas, yakni menjadikan Kota Tangerang sebagai kota yang kolaboratif, maju, berkelanjutan dan berahlakul karimah. Investasi menjadi salah satu pintu utama untuk mewujudkan visi tersebut,” tandas Kepala DPMPTSP Kota Tangerang, Sugihharto Achmad Bagdja. (ADV)





Discussion about this post