CILEGON, BANPOS – Lautan Air Indonesia (LAI) menggelar WaterCare Forum: Petrochemical Edition, sebuah forum industri yang secara khusus membahas tantangan dan solusi pengelolaan air di sektor petrokimia di Kota Cilegon, Kamis (5/2).
Kegiatan ini menjadi edisi perdana WaterCare Forum dan diikuti oleh para praktisi serta pemangku kepentingan industri dari kawasan industri Cilegon, Banten.
WaterCare Forum dirancang sebagai platform kolaboratif untuk menjawab kebutuhan industri terhadap pengelolaan air yang semakin kompleks.
Di sektor petrokimia, pengelolaan air tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan baku mutu lingkungan, tetapi juga menyangkut efisiensi operasional, keandalan sistem, serta kesiapan industri dalam menghadapi tuntutan regulasi dan sistem pemantauan lingkungan yang terus berkembang.
Forum ini dibutuhkan seiring meningkatnya kompleksitas pengelolaan air di industri petrokimia, di mana tantangan operasional, tuntutan efisiensi, dan kewajiban kepatuhan lingkungan semakin saling berkaitan.
Dalam praktiknya, banyak industri menghadapi keterbatasan ruang diskusi yang bersifat teknis dan aplikatif untuk membahas pengelolaan air secara menyeluruh.
WaterCare Forum dihadirkan sebagai ruang dialog yang menjembatani kebutuhan industri dengan pendekatan teknologi dan praktik terbaik yang relevan dengan kondisi lapangan.
Presiden Direktur PT Lautan Air Indonesia, Budi Hermanto mengatakan, WaterCare Forum ini digelar setelah melihat banyak aspirasi dari berbagai pihak terutama pengusaha yang berkecimpung di industri yang berhubungan dengan air bisa saling sharing atau berbagai pengetahuan.
“Gimana kita tahu teknologi terbaru, regulasinya udah bener ngga, gimana cara bikin airnya bisa lebih efisien, gimana cara industri itu bisa ngelakuin water audit, karena ke depan kan arahnya sustainability. Di mana air harus bisa lebih hemat, efisien, dan sebagainya,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Budi Hermanto menyebut, banyak industri yang berkecimpung di usaha pengelolaan air ingin tahu bagaimana cara pengelolaan air di sektor petrokimia yang baik dan benar.
Apakah selama ini yang dilakukan para industri sudah tepat atau tidak, itu bisa didiskusikan di forum tersebut.
Bukan hanya dari industri sektor petrokimia, dalam forum itu juga dihadiri langsung oleh institusi atau dinas terkait dan juga para praktisi yang berkecimpung di pengelolaan air.
“Watercare forum ini dibentuk agar kita bisa sama-sama di situ sharing, dan kita juga undang para praktisi yang sudah expert dengan teknologi di baliknya, bisa saling berbagi kondisi di luar seperti apa, teknologi apa yang mereka pakai untuk bisa membantu sistem mereka yang begitu banyak ke depan. Tujuannya itu sensibility, efesiensi, cost dan lain sebagainya, yah tentu kita ingin Indonesia ke depan arahnya bisa lebih baik,” ungkapnya.
Berkaitan dengan pengelolaan air, tentu juga berhubungan dengan dampak lingkungan.
Bagaiamana pengelolaan limbah, regulasinya seperti apa dan lain sebagainya bisa saling berbagi pengetahuan.
“Regulasi kan sekarang sudah semakin ketat, bagaimana agar kita bisa kompleks dengan regulasi tersebut. Dari sisi regulasi sendiri, kita lihat setiap tahun pemerintah sangat serius. Terutama dinas-dinas sangat ketat sekali,” katanya.
Budi Hermanto berharap melalui forum ini, bisa memecahkan masalah dan memberikan solusi yang dihadapi para pelaku usaha atau industri pengelolaan air di sektor petrokimia.
“Kalau dulu mungkin caranya masih pakai manual. Pabrik limbahnya disampling dari luar, kalau sekarang sudah pakai teknologi sudah pakai sensor yang langsung konek ke KLH. Otomatis sistem sudah berubah, teknologi sudah berkembang, kita lihat pemerintah serius di sini. Cuma kita khawatir denga pemerintah mengeratkan regulasinya tapi tidak diimbangi dengan usernya mereka juga akan kewalahan. Makanya melalui forum ini semoga semuanya bisa berjalan, regulasi ketat tapi juga kita bisa mempersiapkan dari kalangan user dan praktisi bisa menuju ke arah sana,” tegasnya.
Chief Commercial Officer Lautan Air Indonesia, Bagus Danarto, menambahkan bahwa tantangan pengelolaan air di industri petrokimia saat ini tidak lagi hanya soal memenuhi baku mutu, tetapi bagaimana memastikan sistem air dapat berjalan secara efisien, andal, dan selaras dengan tuntutan regulasi yang semakin dinamis.
“Melalui WaterCare Forum, kami ingin mendorong diskusi yang lebih terbuka dan relevan, di mana pelaku industri dapat berbagi tantangan nyata dan mengeksplorasi solusi yang dapat diterapkan secara praktis,” ujarnya.
Sebagai edisi pertama, WaterCare Forum secara khusus difokuskan pada industri petrokimia, mengingat karakteristik proses produksinya yang sangat bergantung pada sistem air yang stabil, efisien, dan patuh terhadap regulasi.
Forum ini menjadi ruang diskusi untuk membahas bagaimana teknologi pengelolaan air dapat berperan langsung dalam meningkatkan kinerja operasional industri, sekaligus mendukung kepatuhan lingkungan secara berkelanjutan. (*)









Discussion about this post