SERANG, BANPOS – Harapan untuk memiliki hunian yang nyaman kini berubah menjadi mimpi buruk bagi salah satu warga di Serang yang terdampak proyek pembangunan pabrik baja.
Sudah dua tahun lamanya, rumah yang seharusnya menjadi tempat berteduh kini terbengkalai dan tak lagi bisa dihuni.
Kondisi memprihatinkan ini diduga kuat terjadi akibat tertutupnya akses drainase atau jalur aliran air oleh yang dilakukan oleh PT Lautan Baja Indonesia (LBI).
Pemilik rumah, Umayah mengatakan selama ini ia mengungsi dan menumpang di kediaman kerabat demi menyambung hidup.
Selama dua tahun mencari keadilan, warga Kampung Linduk, Desa Gabus Kecamatan Kopo ini mengaku harus menekan ego dan bertahan di situasi yang tidak ideal demi memiliki tempat bernaung.
“Udah dua tahun itu rumah nggak bisa ditempati. Mau gimana lagi, kondisinya kebanjiran karena nggak ada jalur air. Semua ketutup PT LBI,” ujarnya kepada BANPOS, (4/1/2026).
“Selama ini tinggal di rumah mertua,” tegasnya.
Tutup Mata
Masalah kian pelik lantaran hingga detik ini, pihak perusahaan yang dituding menjadi penyebab masalah seolah menutup mata. Jangankan ganti rugi yang sepadan, sekadar uang kerahiman atau solusi teknis perbaikan jalur air di lapangan pun tidak pernah ia terima.
Umayah mengaku sudah berulang kali mencoba membuka ruang dialog dengan pihak manajemen PT LBI, namun upaya tersebut selalu berujung buntu.
“Nggak ada kompensasi apa-apa. Kita sudah bilang ke pihak perusahaan juga nggak ada hasil. Dibayar nggak, dikasih kompensasi juga nggak,” jelasnya.
Menanggapi keluhan warga tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Serang, Azwar Anas mengaku akan memastikan secara langsung apa yang dikeluhkan warga Serang tersebut.
“Besok kita akan sidak perusahaan tersebut. Kita akan ajak sekaligus OPD terkait ke lokasi itu untuk melihat kondisi yang dialami masyarakat ini,” ujarnya.
Azwar Anas menegaskan, peristiwa dugaan adanya warga yang dirugikan karena tak adanya aliran air yang mengakibatkan banjir pada rumah warga. Hal itu sebagai tindakan yang tidak bisa dibiarkan.
“Nggak boleh masyarakat sampai dirugikan seperti itu. Besok (Kamis, red) kita cek sekalian semua berkas-berkas perusahaannya,” tandasnya. (*)



Discussion about this post