CILEGON, BANPOS – ASDP Indonesia Ferry resmi batasi celah kemacetan dengan memastikan kesiapan armada demi kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
“Kami memastikan setiap perjalanan berlangsung lebih aman, tertib, dan juga lancar,” tegas Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, Sabtu (31/1/2026).
Pasalnya, perusahaan plat merah ini menyiapkan 75 kapal yang akan beroperasi khusus di lintasan strategis Merak–Bakauheni nantinya.
“Penguatan layanan dilakukan menyeluruh mulai dari kesiapan armada hingga optimalisasi fasilitas,” ujar Yossianis saat memaparkan strategi operasional.
Terlebih lagi, ASDP menambah kapasitas Dermaga Ekspres Pelabuhan Merak menjadi dua dermaga guna memecah kepadatan kendaraan pemudik.
“Langkah antisipatif ini kami rancang untuk menjaga kelancaran operasional saat puncak arus,” tambahnya dengan nada sangat optimis.
Sebaliknya, pihak manajemen juga menyiagakan Pelabuhan Ciwandan serta pelabuhan kontingensi seperti KBS Cilegon untuk situasi darurat.
“Kami berkolaborasi erat dengan regulator dan pemangku kepentingan untuk memperkuat layanan penyeberangan,” jelasnya mengenai koordinasi lintas sektor.
Strategi Digital Tekan Antrean Panjang
Namun, transformasi digital tetap menjadi tulang punggung utama dalam pengelolaan arus penumpang yang diprediksi melonjak tahun ini.
“Sistem tiket daring Ferizy kami optimalkan di seluruh lintasan penyeberangan strategis,” tutur Yossianis saat meninjau sistem pelayanan.
Alhasil, masyarakat kini sudah bisa memesan tiket penyeberangan mulai H-60 sebelum jadwal keberangkatan ke kampung halaman.
“Kami mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan sejak dini dan datang sesuai jadwal,” cetusnya mengingatkan para calon penumpang kapal.
Justru, ASDP memproyeksikan pergerakan penumpang Angkutan Lebaran 2026 akan mencapai angka fantastis sekitar 5,8 juta orang.
“Proyeksi kenaikan penumpang sebesar 9,4 persen menjadi dasar penyusunan kapasitas kami,” jelasnya terkait data statistik angkutan.
Selain itu, evaluasi area penyangga atau buffer zone menjadi fokus penting untuk mengendalikan lonjakan kendaraan secara real time.
“Kami memperkuat koordinasi dengan Kepolisian agar buffer zone berfungsi secara efektif,” tegas Yossianis menutup sesi pemaparan program.
Waspadai Cuaca Ekstrem Monsun Asia
Sementara itu, perusahaan juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi potensi cuaca ekstrem dari pihak BMKG. “Masyarakat harus memantau potensi cuaca ekstrem akibat aktifnya Monsun Asia saat ini,” imbau Yossianis dengan penuh kewaspadaan.
Bahkan, ASDP memastikan fleksibilitas tiket melalui kebijakan refund apabila terjadi gangguan operasional akibat faktor cuaca buruk. “Kami menjamin kemudahan reschedule bagi pengguna jasa demi menjaga keselamatan penyeberangan,” ungkapnya mengenai hak-hak para penumpang.
Kemudian, pihak manajemen menekankan pentingnya membeli tiket hanya melalui kanal resmi guna menghindari praktik percaloan yang merugikan. “Hindari praktik percaloan dengan membeli tiket melalui kanal resmi yang tersedia,” tandasnya saat memberikan peringatan keras.
Akhirnya, kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mengantarkan setiap pemudik kembali ke rumah dengan perasaan tenang. “Kami optimistis Angkutan Lebaran 2026 berjalan lebih tertib, aman, dan juga berkesan,” pungkasnya menutup pernyataan resmi perusahaan. (*)

Discussion about this post