TANGERANG, BANPOS — Inovasi pertanian berbasis teknologi mulai menunjukkan hasil nyata di Kabupaten Tangerang. Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melakukan panen melon hidroponik terpadu sekaligus meluncurkan Sentra Melon Hidroponik Terpadu “Melenial Hydrofarm” di Desa Curug Wetan, Kecamatan Curug, Kamis (29/1).
Budidaya melon hidroponik tersebut digagas secara mandiri oleh warga setempat, Ade Putra, dan berhasil memasuki masa panen hanya dalam waktu dua bulan.
Keberhasilan ini dinilai menjadi contoh konkret pengembangan pertanian modern yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berkelanjutan.
“Alhamdulillah pagi ini saya bersama jajaran hadir di Desa Curug Wetan untuk melaksanakan panen melon hidroponik. Ini diprakarsai dan ditanam langsung oleh Pak Ade Putra beserta rekan-rekannya. Beliau ini aktivis, tapi mau turun langsung ke lapangan bertani, dan ternyata berhasil,” ujarMaesyal.
Dari sekitar 130 pohon melon yang dipanen, dengan harga jual di pasaran berkisar Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram, usaha tersebut mampu menghasilkan pendapatan jutaan rupiah dalam satu kali panen. Potensi ini dinilai sangat menjanjikan apabila dikembangkan secara lebih luas.
“Kalau ini dikembangkan dan diperluas, ditanam lebih banyak lagi, saya yakin bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu saya sudah minta Pak Camat Curug agar desa-desa di wilayah Curug memanfaatkan lahan tidak produktif, baik tanah kas desa maupun lahan kosong milik warga, untuk ditanami melon hidroponik,” tegasnya.
Selain berdampak pada peningkatan ekonomi warga, Bupati menilai budidaya melon hidroponik juga berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat karena menghasilkan buah bernilai gizi tinggi.
“Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga kesehatan. Buah-buahan seperti melon mengandung vitamin C. Mudah-mudahan ini menjadi berkah bagi masyarakat Desa Curug Wetan, ada aktivitas usaha, ada kepastian pendapatan, dan tentu bisa mengurangi pengangguran,” paparnya.
Pemerintah Kabupaten Tangerang, lanjut Maesyal, berkomitmen mendukung pengembangan pertanian modern berbasis teknologi sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah.
Sentra Melon Hidroponik Terpadu Melenial Hydrofarm disebut sebagai salah satu model pertanian masa depan yang dapat direplikasi di wilayah lain.
“Di Kabupaten Tangerang kita sudah panen jagung pulut di Sukamulya dan Sindang Jaya, panen semangka di Mauk, panen cabai di Legok. Semua difasilitasi oleh Dinas Pertanian untuk kepentingan ketahanan pangan masyarakat. Kalau ketahanan pangan kuat, insyaAllah masyarakat sehat dan sejahtera,” jelasnya.
Ia berharap desa-desa lain di Kecamatan Curug mulai mengembangkan pertanian produktif berbasis teknologi dengan dukungan awal dari pemerintah daerah, sehingga tercipta sentra-sentra pertanian baru yang beragam dan berkelanjutan.
“Bibit dan benih akan difasilitasi Pemda. Setelah berhasil, hasilnya diputar kembali secara mandiri. Ini yang kita harapkan, masyarakat berdaya dan berkelanjutan,” tandasnya. (*)

Discussion about this post