CIKEUSAL, BANPOS – Personil Polsek Cikeusal bergerak mendatangi lokasi tanah longsor di Kampung Pasir Manggu, Desa Dahu, Kabupaten Serang.
“Kami langsung meluncur ke lokasi untuk memastikan kondisi warga,” tegas Kapolsek Cikeusal, Iptu Hairus Saleh saat memimpin evakuasi.
Pasalnya, bangunan milik Enon (60) dan Rumsiah (56) mengalami kerusakan berat akibat pergerakan tanah yang sangat ekstrem tersebut. “Dinding rumah retak hebat dan sebagian pondasi ambruk ke bawah,” ungkap Enon sambil menunjuk sisa reruntuhan rumahnya.
Bencana ini diduga kuat terjadi akibat tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah Serang dalam beberapa hari terakhir. “Curah hujan yang tinggi membuat tanah di pinggiran tebing menjadi labil,” jelas Hairus Saleh kepada awak media.
Peristiwa mencekam tersebut berlangsung pada Kamis (29/1/2026) pukul 03.00 WIB saat penghuni rumah sedang tertidur sangat lelap. “Beruntung kami semua bisa menyelamatkan diri sebelum bangunan benar-benar roboh,” tutur Rumsiah dengan nada yang masih bergetar.
Sementara itu, warga sempat mendengar suara ledakan keras yang berasal dari tiang listrik di sekitar area kejadian perkara. “Suara ledakan itu menjadi tanda awal terjadinya pergeseran tanah di sini,” kata seorang warga setempat yang menyaksikan kejadian.
Tetangga Berteriak Saat Rumah Mulai Bergerak
Kemudian, tetangga sekitar segera berteriak meminta pemilik rumah keluar guna menghindari reruntuhan bangunan yang mulai bergerak perlahan. “Warga melihat tanah bergeser dan langsung memperingatkan kami untuk segera lari,” tambah Enon menceritakan detik-detik penyelamatan keluarganya.
Setelah menyadari bahaya mengancam, seluruh anggota keluarga langsung berhamburan keluar rumah demi mencari tempat yang lebih aman. “Kami lari tanpa membawa harta benda demi menyelamatkan nyawa keluarga,” ucap Enon dengan mata yang berkaca-kaca.
Beruntungnya, Kapolsek memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini karena proses evakuasi warga berjalan sangat cepat. “Alhamdulillah nyawa penghuni rumah selamat meskipun bangunan mereka rusak terseret longsor,” ujar Hairus Saleh mengonfirmasi kondisi korban.
Namun, kerugian materiil akibat bencana tanah longsor ini diperkirakan mencapai angka Rp75 juta rupiah bagi para korban. “Kerugian fisik memang cukup besar karena struktur utama bangunan rusak parah,” jelas Kapolsek saat mendata kerusakan material.
Selanjutnya, pihak kepolisian segera berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Dahu untuk melakukan penanganan darurat di lokasi bencana tersebut. “Koordinasi lintas instansi sangat penting agar penanganan warga terdampak berjalan efektif,” tegas Hairus Saleh di hadapan perangkat desa.
Selain itu, personil kepolisian juga menyalurkan bantuan sembako untuk meringankan beban ekonomi keluarga yang sedang tertimpa musibah. “Bantuan ini merupakan bentuk empati kami untuk membantu kebutuhan pokok para korban,” tutup Hairus Saleh mengakhiri pembicaraan. (*)



Discussion about this post