SERANG, BANPOS – Gubernur Banten Andra Soni mengaku sebagai kepala daerah harus terbuka atas semua kritikkan.
Tak hanya itu, Kader Partai Gerindra itu juga menegaskan bahwa kepala daerah harus siap menerima cacian dan makian.
Hal itu disampaikan Andra saat menjadi pembicara dalam diskusi Refleksi Satu Tahun Gubernur Banten di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Ageng Tirtayasa (Untirta), Kamis (29/1).
“Jadi kepala daerah itu harus siap dicaci dan dimaki. Semakin banyak kita dikritik dan diberi saran, itu tandanya harapan telah dititipkan kepada kita,” kata Andra.
Dalam kesempatan itu, Andra Soni memaparkan salah satu program andalannya yakni Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) di 61 titik yang menurutnya tidak akan tuntas dalam satu periode kepemimpinannya.
Sehingga, lanjut Andra, tidak semua program dapat memuaskan semua pihak karena ada keterbatasan.
Namun, Andra bersama wakilnya A Dimyati Natakusumah mengaku akan tetap berupaya semampunya menyelesaikan program-program yang telah dijanjikannya saat kampanye.
“Apa yang saat ini dilakukan, setidaknya diselesaikan satu per satu. Mungkin tidak selesai dalam satu periode, tapi setidaknya kita membangun pondasi,” ujar dia.
Diketahui, Gubernur dan Wakil Gubernur Banten periode 2025-2030 dilantik langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/2/2025) lalu.
Kini, duet Andra Soni – Achmad Dimyati Natakusumah hampir menginjak satu tahun masa kepemimpinan. (*)



Discussion about this post