LEBAK, BANPOS – Pemprov Banten mencatat kinerja positif realisasi investasi pada Triwulan IV, Semester II, dan sepanjang Tahun 2025. Lonjakan investasi pada Triwulan IV menjadi pengungkit utama capaian Semester II dan realisasi tahunan, sehingga total investasi yang masuk sepanjang 2025 mencapai Rp130,2 triliun atau 108,95 persen dari target tahunan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Virgojanti menyampaikan bahwa lonjakan realisasi investasi Banten pada Triwulan IV 2025 menjadi faktor utama yang mendorong tingginya capaian Semester II dan realisasi tahunan.
“Pada Triwulan IV 2025, realisasi investasi di Banten mencapai Rp38,6 triliun. Angka ini tumbuh signifikan dan menjadi pengungkit utama capaian Semester II,” kata Virgojanti, Selasa (27/1/2026)
Ia menjelaskan bahwa realisasi investasi Triwulan IV terdiri dari PMA sebesar Rp19,30 triliun dan PMDN sebesar Rp19,28 triliun, dengan total 31.185 proyek serta penyerapan tenaga kerja mencapai 58.733 orang.
“Secara kumulatif sepanjang 2025, total realisasi investasi di Banten mencapai Rp130,2 triliun, dengan komposisi PMDN sebesar Rp73,20 triliun dan PMA sebesar Rp56,96 triliun. Ini menunjukkan kepercayaan investor yang terus menguat terhadap Banten,” ujarnya.
Investasi di Banten Didominasi Sektor Kimia dan Farmasi
Virgojanti menambahkan bahwa sektor industri kimia dan farmasi masih menjadi kontributor terbesar investasi, baik pada Triwulan IV maupun secara tahunan. Selain itu, sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi, serta perumahan dan kawasan industri juga menunjukkan kinerja yang solid.
“Dari sisi wilayah, Kabupaten Tangerang dan Kota Cilegon masih menjadi episentrum utama investasi di Banten. Hal ini menunjukkan konsistensi daya tarik kawasan industri dan infrastruktur pendukung di kedua wilayah tersebut,” jelasnya.
Ia juga menyoroti penguatan investasi berbasis hilirisasi yang semakin menonjol pada akhir tahun 2025.
“Nilai investasi hilirisasi pada Triwulan IV mencapai Rp17,5 triliun atau sekitar 45,33 persen dari total investasi triwulan tersebut. Secara tahunan, hilirisasi menyumbang Rp41,3 triliun atau 31,72 persen dari total investasi 2025,” kata Virgojanti.
Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan arah kebijakan investasi Banten yang semakin terfokus pada penguatan nilai tambah dan penciptaan lapangan kerja.
“Realisasi ini menunjukkan bahwa investasi tidak hanya tumbuh dari sisi nilai, tetapi juga berdampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja yang sepanjang 2025 mencapai 214.216 orang,” tandasnya. (*)









Discussion about this post