PANDEGLANG, BANPOS – Hujan deras yang mengguyur tanpa henti selama hampir dua pekan membuat wilayah Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, lumpuh.
Air berwarna coklat pekat setinggi dada orang dewasa merendam Desa Rahayu dan Surianeun.
Jalanan desa berubah menjadi sungai, aktivitas warga mati total, dan puluhan rumah nyaris tenggelam dalam kepungan banjir.
Kondisi ini diperparah dengan gagal tanam dan panen yang dialami para petani akibat lahan mereka terendam.
Di tengah situasi krisis dan akses yang terputus, Tim Lembaga Amil Zakat Qalamul Umran Indonesia (LAZ QUI) hadir memecah isolasi demi menyalurkan amanah donatur.
Menggunakan perahu kayu kecil di tengah keterbatasan sarana, para relawan LAZ QUI nekat menembus arus deras dan membelah rimbunnya pepohonan.
Setiap kayuhan dayung menjadi pertaruhan fisik demi menjangkau warga yang terkurung banjir dan mulai kehabisan logistik.
Ketua LAZ QUI, Subhan, menjelaskan bahwa kedatangan timnya bukan sekadar seremoni penyaluran bantuan, melainkan bentuk dukungan moral agar warga tidak merasa berjuang sendirian.
Bantuan yang disalurkan mencakup paket sembako berisi beras, minyak goreng, dan telur.
Selain itu, tim juga mendistribusikan makanan siap saji seperti sarden, perlengkapan kebersihan, popok, hingga tikar untuk alas tidur.
“Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita yang terdampak banjir tetap merasakan perhatian dan dukungan. Sekecil apa pun bantuan, semoga dapat menumbuhkan harapan,” tuturnya.
Sasaran penerima manfaat dalam aksi kemanusiaan ini mencapai 100 Kepala Keluarga (KK).
Total terdapat sekitar 600 jiwa yang terdiri dari laki-laki, perempuan, lansia, hingga bayi yang kini hidup di tengah keterbatasan akibat bencana.
Siti (45), salah satu warga yang bertahan di rumahnya yang tergenang, tak kuasa menahan haru saat perahu relawan merapat.
Mata ibu paruh baya itu berkaca-kaca menerima uluran tangan tim relawan.
“Air datang cepat, kami tidak sempat menyelamatkan banyak barang. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujar Siti sembari mendekap erat paket sembako yang baru saja ia terima.
Perjalanan menembus lokasi banjir memang tidak mudah.
Akses darat yang putus memaksa relawan menempuh jalur air dengan risiko arus yang masih kuat.
Namun, lelah para relawan terbayar lunas saat melihat senyum warga yang menyambut kedatangan mereka.
Apresiasi turut disampaikan oleh perangkat Desa Rahayu.
Mewakili warganya, ia bersyukur atas respons cepat LAZ QUI yang mau bersusah payah menjangkau wilayah mereka.
“Kami selaku perangkat desa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada LAZ QUI atas bantuan dan kepedulian yang telah diberikan. Bantuan ini sangat berarti dan membantu meringankan beban masyarakat di tengah kondisi sulit. Semoga LAZ QUI senantiasa diberikan kelancaran dan keberkahan,” ungkap perwakilan perangkat desa tersebut. (*)



Discussion about this post