TANGERANG, BANPOS – Pemerintah Kota (Pemkot ) Tangerang terus berkomitmen untuk mendorong percepatan pengembangan Kawasan Bisnis Aerotropolis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kota Tangerang.
Dalam pengembangan Kawasan Bisnis Aerotropolis tersebut di bahas dalam rapat kolaboratif yang di gelar pada Kamis (22/1) bersama Bappeda, DPMPTSP, Dinas PUPR, Staff Ahli Wali Kota dan jajaran Pemerintah Kota Tangerang berkolaborasi dengan PT Angkasa Pura Indonesia.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Tangerang, Yeti Rohaeti, menuturkan bahwa rapat ini fokus membahas rencana pengembangan kawasan dengan penekanan pada luasan lahan dan pemanfaatan aset milik PT Angkasa Pura Indonesia.
Pembahasan mencakup pemanfaatan aset lahan PT Angkasa Pura Indonesia di wilayah Benda, Neglasari, dan Batuceper, termasuk penguatan infrastruktur strategis seperti Jalan Frontage Utara Tol Sedyatmo, Jalan Kali Perancis, dan Promenade Cisadane Utara.
“Hal ini guna meningkatkan konektivitas, mengurai kemacetan akses bandara, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif,” ujar Yeti.
Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya Kawasan CBD premium, menarik investasi, memacu pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat daya saing ekonomi Kota Tangerang sesuai arah RPJMD 2025–2029.
Pengembangan Kawasan Bisnis Aerotropolis dinilai sebagai salah satu langkah strategis untuk meningkatkan investasi di Kota Tangerang, khususnya di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Pemkot Tangerang dalam rencana pembangunan jangka panjang akan mengembangkan zona ekonomi khusus segitiga emas (economic triagle) yang menghubungkan Central Business Distric (CBD) Primer di Benda-Neglasari-Batuceper, CBD Sekunder di Modernland-TangCity, dan CBD Metropolitan di Alam Sutera, dengan kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang diproyeksikan sebagai pusat aktivitas dan pertumbuhan ekonomi di Kota Tangerang.
“Kami akan terus mengawal rencana pengembangan kawasan aeropolis ini bisa berjalan sesuai dengan target yang diinginkan. Saat ini, kami sedang mendorong perencanaan pembangunan akses parimeter utara dan Frontage Utara Tol Sedyatmo menjadi dua titik akselerasi penunjang kawasan bisnis Aerotropolis di Kota Tangerang,” imbuh Yeti.
Ia melanjutkan, Pemkot Tangerang akan mengambil langkah cepat melakukan sinkronisasi regulasi tata ruang dan percepatan penetapan area pengembangan untuk mendukung pengembangan Kawasan bisnis baru ini dapat segera direalisasikan seperti pusat logistik dan aerotech, hunian vertikal, perhotelan, MICE (Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition), sampai perdagangan dan jasa.
Selain itu Pemkot Tangerang pun akan melakukan percepatan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kawasan Aerotropolis yang sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangan Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang tahun 2025-2029.
“Hal ini akan menjadikan Aerotropolis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kota Tangerang,” tandas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Tangerang, Yeti Rohaeti. (ADV)







Discussion about this post