CILEGON, BANPOS – Walikota Cilegon Robinsar meminta semua pihak peduli dengan situasi di Kota Cilegon saat ini, terutama terkait penanganan banjir yang terjadi beberapa waktu belakangan.
Walikota mengimbau kepada seluruh pelaku usaha atau pengusaha tambang yang memiliki izin di Kota Cilegon untuk memberhentikan aktivitasnya sementara.
Penghentian aktivitas sementara ini, kata Robinsar, dilakukan selama masa pemulihan dan penanganan banjir di Kota Cilegon masih berlangsung.
“Intinya prinsipnya kalau hari ini kita mengimbau kepada para pelaku penambangan yang legal untuk bisa mensetop dulu kegiatan penambangannya. Saya minta kita semua peduli terhadap situasi yang terjadi hari ini,” kata Robinsar, Rabu (21/1).
Robinsar mengatakan, Pemkot Cilegon saat ini masih terus berupaya dalam pemulihan dan penanganan di titik rawan banjir terutama yang menggenangi pemukiman warga.
“Apalagi masih musim-musim hujan seperti ini, kita sangat mengharapkan seluruh pihak bisa aware lah terhadap kondisi hari ini. Kalau (tambang) yang tidak berizin kita tegas, yang tidak berizin kita tutup,” ujarnya.
Robinsar dengan mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Gubernur Banten untuk menertibkan operasional tambang yang ada di Kota Cilegon.
“Ada beberapa titik yang tidak berizin, itu tegas, sudah kita koordinasi juga dengan Pak Gubernur. Beliau juga sama ya, mendukung. Beliau juga akan melakukan moratorium terhadap izin-izin yang akan dibuat. Nah itu akan diawasi langsung oleh Pak Gubernur. Dan terhadap izin yang sudah berjalan itu akan dievaluasi,” tuturnya.
Diketahui, Pemkot Cilegon bersama jajaran Forkopimda telah melakukan sidak ke sejumlah lokasi tambang yang ada di Kota Cilegon.
Pada sidak itu, Pemkot bersama jajaran Forkopimda memastikan tambang yang ada untuk berhenti beroperasi selama masa pemulihan dan penanganan banjir di Kota Cilegon. (*)











Discussion about this post