LEBAK, BANPOS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) tengah mempersiapkan proses lelang jabatan atau open bidding untuk mengisi kekosongan jabatan pimpinan tinggi pratama.
Plt Kepala BKPSDM Kabupaten Lebak, Fakhry Fitriana mengatakan, pihaknya telah menerima instruksi dari pimpinan daerah untuk segera melaksanakan tahapan tersebut.
Saat ini, BKPSDM tengah berkoordinasi intensif dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Ya, sudah ada perintah dari pimpinan. Sekarang kita sedang melaksanakan tahapan proses koordinasi dengan BKN. Mudah-mudahan nanti kalau sudah ada izin rekomendasi dari BKN, kita bisa (lanjut) melalui pimpinan atau Pak Sekda,” ujar Fakhry kepada BANPOS, Senin (19/1)
Fakhry menjelaskan, pelaksanaan open bidding masih menunggu terbitnya izin rekomendasi dan izin pelaksanaan asesmen dari BKN.
Hal ini dikarenakan seluruh proses asesmen nantinya akan diselenggarakan langsung oleh pihak BKN.
Terkait teknis pelaksanaan, ia memaparkan bahwa tahapan akan dimulai dengan uji asesmen.
Setelah itu, peserta akan mengikuti uji penulisan makalah dan sesi wawancara dengan Panitia Seleksi (Pansel).
“Kalau tahapan normatifnya diawali dengan uji asesmen oleh BKN, nanti setelah itu uji makalah dan wawancara oleh Pansel. Hasilnya dilaporkan sampai keluar Perstek (Pertimbangan Teknis) oleh BKN, baru kita bisa melantik,” terangnya.
Adapun peserta yang dapat mengikuti seleksi terbuka ini adalah para pejabat eselon III yang telah memenuhi persyaratan, baik dari segi kepangkatan maupun jabatan.
Meski demikian, Fakhry mengaku belum mengantongi data jumlah peserta karena pendaftaran belum dibuka.
“Saat ini kita belum punya datanya karena tahapan pendaftarannya belum dibuka. Mudah-mudahan pelaksanaan pengisian jabatan ini bisa berjalan lancar,” katanya.
Selain membahas open bidding, Fakhry juga menyinggung progres penerapan manajemen talenta di lingkungan Pemkab Lebak.
Menurutnya, proses menuju ke arah sana sedang berjalan, meski menghadapi sejumlah tantangan teknis.
Ia menyebutkan, penerapan manajemen talenta membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai, mulai dari ketersediaan aplikasi, pengelolaan basis data (database), hingga ketersediaan asesor.
“Insyaallah kita sedang berproses ke arah sana. Tapi diperlukan pendukung yang tidak sedikit, termasuk ketersediaan aplikasi dan asesor. Kalau dari pimpinan sudah memberikan arahan persetujuan untuk kita bisa melaksanakan manajemen talenta,” tandasnya. (*)







Discussion about this post