LEBAK, BANPOS – Wilayah adat Baduy Dalam mulai menggelar ritual tahunan bulan Kawalu pada Selasa (20/1).
Dimulainya ritual tahunan itu menjadi awal ditutupnya Baduy Dalam dari dunia luar, selama tiga bulan mendatang.
Di bulan Kawalu itulah, para masyarakat Baduy Dalam melaksanakan ibadah ritual adat sakral yang dilaksanakan rutin setiap tahun.
Ketua Adat yang juga Kepala Desa (Kades) Kanekes, Jaro Oom, mengatakan bahwa perkampungan Suku Baduy Dalam tertutup bagi pengunjung selama tiga bulan untuk melaksanakan ibadah ritual Kawalu.
“Kami minta pengunjung atau wisatawan, agar mematuhi larangan memasuki perkampungan Baduy Dalam, terdiri dari Kampung Cibeo, Cikeusik dan Cikawartana. Karena besok (hari ini) memasuki bulan Kawalu,” kata Jaro Oom, Senin (19/1).
Jaro Oom menjelaskan, penutupan kawasan adat Suku Baduy Dalam berlangsung selama tiga bulan kedepan atau bulan Maret mendatang.
“Ritual Kawalu wajib dilaksanakan, karena sifatnya sakral dan tertutup bagi pengunjung wisatawan. Pelaksanaan ritual adat sakral, dilakukan secara rutin setahun sekali oleh masyarakat Baduy Dalam,” paparnya.
Diakui, terdapat pengecualian bagi pihak luar untuk datang ke wilayah Baduy Dalam, jika terdapat kepentingan mendesak atau khusus, meski dibatasi jumlah pengunjungnya.
“Untuk urusan khusus, perorangan dengan maksimal 10 orang masih diizinkan masuk perkampungan dengan syarat harus didampingi oleh saya,” ucapnya.
Menurutnya, tradisi Kawalu merupakan warisan nenek moyang yang sejak turun temurun wajib dilaksanakan setiap tahun selama tiga bulan, dengan puasa seharian.
Perayaan Kawalu lanjutnya, merupakan salah satu tradisi ritual yang dipercaya oleh warga Baduy Dalam.
“Dalam ritual Kawalu itu, masyarakat Baduy Dalam mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Jaro Oom.
Walau dalam masa Kawalu, kawasan Suku Baduy Luar masih diperbolehkan dikunjungi untuk kegiatan wisata budaya dan studi lapangan.
“Perkampungan Baduy Luar yang tetap dapat dikunjungi yaitu Kampung Kaduketug 1, Cipondok, Kaduketug 2 dan 3, Lebak Jeruk, Balimbing, Marengo, Cikua, Gajeboh, Kadujangkung, Kadugede, Karahkal, Cempaka, Cijanar, Ciranji, dan Lebak Huni,” tandasnya. (*)







Discussion about this post