SERANG, BANPOS – Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMANAJ) Universitas Bina Bangsa (UNIBA) sukses menggelar kompetisi debat antar PTS se-Provinsi Banten.
Acara tersebut berlangsung meriah selama dua hari di Auditorium UNIBA pada tanggal 13 hingga 14 Januari 2026 kemarin.
Selanjutnya, puluhan mahasiswa dari berbagai institusi pendidikan tinggi swasta menunjukkan antusiasme tinggi saat membedah isu ekonomi digital.
Pihak rektorat beserta jajaran dekanat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) turut hadir menyaksikan kompetisi debat para intelektual muda tersebut.
Kemudian, panitia menetapkan tema strategis mengenai pengaruh ekonomi digital terhadap pengembangan startup dan arah manajemen organisasi era modern.
Pemilihan tema tersebut merujuk pada posisi krusial pemuda sebagai motor penggerak teknologi digital yang kian masif saat ini.
Sementara itu, Rektor UNIBA Prof. Bambang Dwi Suseno menegaskan bahwa tema kompetisi debat ini sangat relevan dengan visi kampus yang adaptif.
“Debat bukan hanya sekadar adu retorika. Lebih dari itu, debat adalah laboratorium berpikir, tempat melatih cara mengolah data dan informasi dengan deep thinking, menguji argumen secara analitik, dan mengasah kemampuan komunikasi yang berdampak,” ujar Prof. Bambang.
Selain itu, beliau menambahkan bahwa kompetisi ini menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan mendengarkan secara aktif.
Bahkan, peserta dituntut menangkap substansi argumen lawan guna menemukan celah logika sebelum memberikan jawaban yang singkat namun substantif.
Senada dengan hal tersebut, Dekan FEB Dr. Andi Hasryningsih Asfar mengapresiasi keberanian para peserta dalam mengasah karakter visioner.
Ia menilai bahwa tantangan dunia kerja masa depan sangat membutuhkan sumber daya manusia yang paham mengenai kewirausahaan digital.
“Kegiatan seperti ini sangat relevan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan global tentang digitalisasi,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Panitia HIMANAJ Alvin Hidayat mengungkapkan bahwa orientasi kegiatan ini fokus pada pembentukan karakter intelektual.
“Debat bukan sekadar menang atau kalah, melainkan proses pembelajaran untuk menyampaikan gagasan secara argumentatif, santun, dan bertanggung jawab,” ujar Alvin.
Lebih lanjut, Alvin berharap ajang ini melahirkan generasi mahasiswa yang memiliki integritas tinggi serta mampu berkomunikasi secara logis.
Oleh karena itu, dewan juri dari kalangan akademisi dan praktisi melakukan penilaian ketat selama babak penyisihan hingga final.
Kompetisi Debat Penuh Argumentasi dan Ketepatan
Faktor kekuatan argumentasi serta ketepatan data menjadi indikator utama dalam menentukan pemenang yang benar-benar berkualitas secara akademik.
Hasilnya, Tim Abhinaya dari Universitas Faletehan berhasil menyabet gelar Juara 1 setelah melalui perdebatan yang sangat sengit dan dinamis.
Menyusul pada posisi kedua, Tim Nebula Nexus dari Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menunjukkan dominasinya sebagai tuan rumah yang tangguh.
Sedangkan Tim Pabudi dari Universitas Pamulang harus puas menempati posisi Juara 3 dalam ajang kompetisi debat bergengsi tersebut.
Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang menerima trofi beserta sertifikat dan uang pembinaan untuk mendukung pengembangan bakat mereka kedepan.
HIMANAJ berkomitmen menjadikan agenda ini sebagai program tahunan demi mencetak pemimpin muda yang kritis dan berwawasan luas. (*)

Discussion about this post