CILEGON, BANPOS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon mendorong Pemerintah Kota Cilegon untuk melibatkan ahli hidrologi guna mengungkap akar persoalan banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah.
Dorongan tersebut disampaikan dalam rapat pascainspeksi banjir di Lingkungan Sambirata, Kecamatan Cibeber, bersama Walikota Cilegon dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Minggu (11/1) malam.
Ketua DPRD Kota Cilegon, Rizki Khairul Ichwan, mengatakan rapat dilakukan segera setelah banjir terjadi agar penanganan bisa dilakukan secara cepat sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.
Ia menilai keterlibatan ahli hidrologi penting karena mampu membaca karakteristik aliran air dari hulu hingga hilir serta menganalisis berbagai variabel penyebab banjir.
“Ahli hidrologi itu dapat membaca air dari hulu ke hilir. Mereka bisa menganalisis intensitas curah hujan, durasi, frekuensi, kondisi daerah aliran sungai, sampai mengolah data hujan yang berkaitan dengan debit air,” ujarnya, Senin (12/1).
Menurutnya, ahli hidrologi juga dapat menyusun analisis hujan terencana hingga melakukan simulasi banjir. “Yang paling penting, mereka bisa mensimulasikan banjir. Kalau ada ahli yang kompeten, kita bisa mengunci akar masalahnya,” katanya.
Selain kajian teknis, DPRD telah memetakan titik-titik rawan banjir di sejumlah wilayah. “Untuk titik yang berat, kita lihat apakah perlu normalisasi, peninggian TPT, atau pembongkaran saluran-saluran kecil yang tidak memadai,” jelasnya.
Ia menyebut wilayah krusial berada di Kecamatan Cibeber, Ciwandan, dan Jombang. Meski banjir kali ini tidak separah kejadian sebelumnya pada awal Januari 2026, sejumlah warga sempat dievakuasi oleh Polres, Tagana, dan BPBD. Tidak ada korban jiwa dalam dua kejadian tersebut.
Dari sisi pendanaan, DPRD memastikan penanganan banjir telah menjadi prioritas penganggaran daerah. “Dari segi anggaran sudah menjadi prioritas,” tegas Rizki. (*)









Discussion about this post