Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

LSPR Angkat Potensi Anyaman Bambu Lewat Program The Story of Buniayu

by Lukman Hapidin
Januari 12, 2026
in Entertainment, GAYA HIDUP, PENDIDIKAN
LSPR Angkat Potensi Anyaman Bambu Lewat Program The Story of Buniayu

Mahasiswa LSPR menggandeng Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang serta penggerak Saung Bakul saat memberikan keterangan kepada awak media di Desa Buniayu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Sabtu (10/1). (LUKMAN HAPIDIN/BANTEN POS)

TANGERANG, BANPOS – Program The Story of Buniayu digagas oleh mahasiswa London School of Public Relations (LSPR) Kelas Internasional angkatan 27 sebagai upaya mengangkat potensi kerajinan anyaman bambu di Desa Buniayu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang.

Dalam pelaksanaannya, LSPR menggandeng Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang serta Saung Bakul, komunitas pegiat kerajinan anyaman bambu di Desa Buniayu. Kegiatan ini berlangsung di Saung Bakul, Sabtu (10/1).

Baca Juga

Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Ajak Warga Jaga Toleransi

Maret 5, 2026
Dewan Tangerang Minta Rumah Sakit Tidak Tolak Pasien PBI JKN Non Aktif

Dewan Tangerang Minta Rumah Sakit Tidak Tolak Pasien PBI JKN Non Aktif

Februari 24, 2026
Pemkab Tangerang Terima Bantuan Beras dan Minyak dari Bapanas

Pemkab Tangerang Terima Bantuan Beras dan Minyak dari Bapanas

Februari 24, 2026
Tangkal Hoaks, Media Center DPRD Kabupaten Tangerang Perkuat Sinergi Digital

Tangkal Hoaks, Media Center DPRD Kabupaten Tangerang Perkuat Sinergi Digital

Februari 24, 2026

Program tersebut merupakan bagian dari kolaborasi sejumlah mata kuliah, di antaranya PR Program and Evaluation, Creative Production and Publicity, Communication Techniques, dan Community Development.

Ketua Panitia, Moza Febrianita, mengatakan The Story of Buniayu bertujuan memperkuat promosi dan daya saing produk anyaman bambu tradisional melalui pelatihan digital (digital training) dan pengembangan produk (product development). “Kami ingin mengangkat Desa Buniayu sebagai sentra anyaman bambu tradisional yang memiliki nilai jual dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Moza.

Ia menjelaskan, melalui rangkaian kegiatan International Mentoring and Workshop Programme (IMWP) 2026, produk anyaman bambu Desa Buniayu direncanakan akan diperkenalkan ke pasar Malaysia. “Dalam proses pendampingan, mahasiswa terlibat langsung bekerja bersama para pengrajin Saung Bakul Buniayu,” jelasnya.

Moza menambahkan, inovasi produk menjadi salah satu fokus utama kegiatan. Selama ini, anyaman bambu identik dengan produk tradisional seperti bakul. Melalui program ini, mahasiswa mendorong lahirnya produk-produk baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini. “Kami ingin potensi Desa Buniayu lebih dikenal luas, sekaligus mendorong generasi muda untuk melanjutkan tradisi anyaman bambu dan mengembangkan bisnisnya secara digital,” katanya.

Sementara itu, Pendiri Saung Bakul, Murdani, mengatakan Saung Bakul didirikan sebagai wadah bagi para pengrajin anyaman bambu di Desa Buniayu. Ia mengungkapkan, sebagian besar pengrajin saat ini berusia di atas 40 tahun. “Karena itu, kehadiran LSPR sangat membantu dalam memperkenalkan inovasi dan kreativitas agar generasi muda tertarik menjadi pengrajin anyaman bambu,” ujarnya.

Murdani menyebutkan, saat ini terdapat lebih dari 20 jenis produk anyaman bambu yang dihasilkan oleh pengrajin di tiga Rukun Tetangga (RT) di Desa Buniayu. Saung Bakul sendiri telah berdiri sejak 2021 dan mulai memasarkan produk secara daring, meski masih menghadapi keterbatasan dalam pengemasan dan pengambilan gambar produk. “Harapan kami, dengan pendampingan ini Saung Bakul bisa go international,” katanya.

Ia menambahkan, produk anyaman bambu Saung Bakul telah dipasarkan hingga berbagai daerah di Indonesia, seperti Bali dan Ibu Kota Nusantara (IKN), serta pernah menembus pasar luar negeri, salah satunya Dubai.

Harga produk anyaman bambu berkisar antara Rp3 ribu hingga Rp200 ribu. Selain dijual langsung, Saung Bakul juga membuka peluang usaha sebagai reseller bagi warga yang ingin berjualan tanpa menjadi pengrajin. “Produk best seller kami adalah peci anyaman bambu,” pungkasnya. (*)

Tags: Kabupaten Tangerang

Berita Terkait

POLITIK

Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Ajak Warga Jaga Toleransi

Maret 5, 2026
Dewan Tangerang Minta Rumah Sakit Tidak Tolak Pasien PBI JKN Non Aktif
KESEHATAN

Dewan Tangerang Minta Rumah Sakit Tidak Tolak Pasien PBI JKN Non Aktif

Februari 24, 2026
Pemkab Tangerang Terima Bantuan Beras dan Minyak dari Bapanas
EKONOMI

Pemkab Tangerang Terima Bantuan Beras dan Minyak dari Bapanas

Februari 24, 2026
Tangkal Hoaks, Media Center DPRD Kabupaten Tangerang Perkuat Sinergi Digital
PEMERINTAHAN

Tangkal Hoaks, Media Center DPRD Kabupaten Tangerang Perkuat Sinergi Digital

Februari 24, 2026
Dewan Sebut LSD Berpotensi Hambat Investasi di Kabupaten Tangerang
POLITIK

Dewan Sebut LSD Berpotensi Hambat Investasi di Kabupaten Tangerang

Februari 20, 2026
Korban Jalan Rusak di Tangerang Disarankan Lapor Ombudsman
PERISTIWA

Korban Jalan Rusak di Tangerang Disarankan Lapor Ombudsman

Februari 19, 2026
Next Post
Warga Lebak Laporkan Oknum Mantri ke BKPSDM Pandeglang

Warga Lebak Laporkan Oknum Mantri ke BKPSDM Pandeglang

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh