SERANG, BANPOS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten menilai upaya pencegahan bencana tidak akan berjalan efektif jika hanya mengandalkan peran pemerintah dan pemangku kepentingan.
Dalam upaya penanggulangan bencana, kesadaran masyarakat terhadap lingkungan disebut menjadi faktor utama dalam menekan risiko, terutama yang berkaitan dengan banjir dan kerusakan lingkungan.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, mengatakan bahwa perilaku masyarakat masih menjadi tantangan serius dalam upaya mitigasi bencana.
Menurutnya, berbagai program pembersihan yang dilakukan pemerintah daerah akan menjadi sia-sia apabila tidak dibarengi dengan perubahan kebiasaan warga.
“Terkait bencana, sebetulnya bukan hanya perlu kolaborasi antar pemerintah daerah dan stakeholder saja, tetapi juga harus ada peran serta masyarakat yang sadar akan kebersihan lingkungan,” ujar Lutfi, Jumat (9/1).
Ia mencontohkan persoalan sampah di sungai yang hingga kini masih kerap ditemukan di sejumlah wilayah.
Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, terutama saat intensitas hujan meningkat.
“Kalau pemerintah melakukan pembersihan, tapi masyarakatnya masih suka buang sampah ke sungai, ya sama saja,” tegasnya.
Lutfi menjelaskan, BPBD Banten selama ini tidak hanya fokus pada penanganan darurat saat bencana terjadi, tetapi juga menjalankan program edukasi kepada masyarakat.
Salah satunya, melalui kegiatan sosialisasi pascabencana yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan pemahaman warga terhadap risiko bencana di lingkungan masing-masing.
“Kami di BPBD itu ada kegiatan sosialisasi pascabencana, yang fokusnya mengajak dan mengedukasi masyarakat agar ketika terjadi bencana serupa atau kejadian lain, mereka bisa melakukan sesuatu,” katanya.
Menurutnya, langkah pencegahan paling sederhana justru bisa dimulai dari kesadaran individu.
Tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke aliran sungai, dinilai sebagai bentuk mitigasi paling dasar namun berdampak besar.
“Pencegahan seperti tidak buang sampah di sungai itu bisa dimulai dari kesadaran diri,” tandasnya. (*)









Discussion about this post