SERANG, BANPOS – Memasuki awal tahun 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memastikan kondisi ketahanan pangan di Banten dalam keadaan aman.
Hal itu dikarenakan ketersediaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) saat ini telah mencapai 412 ton, yang mana jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan termasuk menjelang bulan suci Ramadan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, M Nasir, mengatakan stok pangan tersebut masih sangat memadai dan belum menunjukkan adanya tekanan, baik dari sisi pasokan maupun kebutuhan intervensi.
“Tahun ini memang stok cadangan pangan kita ada 412 ton dan itu alhamdulillah lebih dari cukup. Dalam awal tahun ini juga akan segera kita lakukan pengadaan kembali, walaupun tidak terlalu besar karena stok kita masih banyak,” ujar Nasir, Rabu, (7/1).
Menurut Nasir, meskipun dalam kondisi berlebih, akan tetapi cadangan pangan tidak serta-merta dikeluarkan begitu saja.
Karena, kata dia, untuk bisa menggelontorkan cadangan pangan harus berdasarkan hasil kajian Harga Pangan Pokok (HPH) serta pemetaan wilayah rawan pangan.
Jika hasil analisis menunjukkan perlunya intervensi, penyaluran akan dilakukan melalui mekanisme surat tugas dari Gubernur Banten.
“Kalau memang ada hasil kajian dan wilayahnya masuk kategori rawan pangan, itu bisa kita intervensi lewat CPB atas dasar perintah Pak Gubernur,” katanya.
Selain berbasis kajian, Nasir juga menyebutkan pola penanganan yang membuka ruang usulan dari bawah atau bottom up.
Pemprov Banten, kata dia, siap merespons permintaan bantuan dari wilayah yang mengalami kondisi khusus, seperti gangguan aktivitas ekonomi atau gagal melaut akibat cuaca ekstrem.
“Sepanjang Pak Gubernur memerintahkan untuk mengeluarkan CPB, kami siap mendukung wilayah-wilayah yang membutuhkan,” ucapnya.
Lebih lanjut Nasir menyampaikan, untuk kebutuhan menjelang bulan puasa, pihaknya memastikan jika ketersediaan pangan di Banten tetap aman.
Selain cadangan daerah yang masih kuat, panen di sejumlah wilayah juga mulai berlangsung, seperti di Kabupaten Pandeglang.
“Kalau melihat kondisi saat ini, insyaallah stok pangan kita aman. Panen sudah mulai jalan, stok nasional juga banyak, dan di Bulog belum ada pengeluaran,” jelas Nasir.
Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, menyampaikan bahwa ketahanan pangan Banten juga diperkuat oleh peningkatan signifikan pada sektor produksi.
Ia mengungkapkan luas panen padi di Banten pada 2025 meningkat 16,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Luas panen meningkat dari sekitar 299 ribu hektare menjadi 349.228 hektare, dan produksi padi naik menjadi 1,8 juta ton atau meningkat sekitar 261 ribu ton,” kata Andra. (*)









Discussion about this post