Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Diskan Pandeglang Pasang Target Produksi Ikan Tangkap Naik 15 Persen

by Dede Suhada
Januari 8, 2026
in EKONOMI, PEMERINTAHAN
Diskan Pandeglang Pasang Target Produksi Ikan Tangkap Naik 15 Persen

Kepala Diskan Pandeglang, Uun Junandar. (DEDE SUHADA/BANTEN POS)

PANDEGLANG, BANPOS – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Pandeglang menargetkan peningkatan produksi perikanan tangkap sebesar 10–15 persen pada tahun 2026. Jika target tersebut tercapai, total produksi perikanan tangkap diproyeksikan berada di kisaran 40.700 hingga 42.550 ton.

Kepala Diskan Pandeglang, Uun Junandar, mengatakan target tersebut disusun dengan mempertimbangkan potensi sumber daya laut, kapasitas nelayan, serta dukungan program pemberdayaan dan hilirisasi produk perikanan yang telah dijalankan pemerintah daerah.

Baca Juga

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026

Gubernur Tegaskan Randis Dilarang Dipakai untuk Mudik

Maret 7, 2026

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026

Ia menjelaskan, capaian produksi perikanan Pandeglang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang cukup positif. Pada 2024, produksi perikanan tangkap tercatat sekitar 37.000 ton, perikanan budidaya air tawar mencapai 27.000 ton, dan hasil olahan perikanan sebesar 3.300 ton.
“Untuk data produksi tahun 2025 masih dalam proses rekapan dan validasi bersama BPS Kabupaten Pandeglang. Kami berharap akhir Januari 2026 seluruh data sudah rampung,” kata Uun kepada wartawan, Rabu (7/1).

Menurut Uun, target kenaikan produksi perikanan tangkap pada 2026 didorong oleh berbagai program yang telah dilaksanakan sepanjang 2025. Di antaranya peningkatan kapasitas nelayan melalui pelatihan keselamatan melaut, serta penyaluran bantuan sarana produksi seperti mesin kapal dan alat tangkap ikan yang bersumber dari anggaran kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat.
“Program-program ini menjadi tolak ukur agar hasil tangkapan nelayan bisa meningkat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Selain perikanan tangkap, Diskan Pandeglang juga menargetkan peningkatan produksi perikanan budidaya. Komoditas ikan nila dan lele masih menjadi prioritas utama karena memiliki pasar yang stabil dan potensi pengembangan yang besar.

Meski demikian, Uun mengingatkan bahwa pencapaian target produksi sangat bergantung pada faktor cuaca. Aktivitas perikanan tangkap di Pandeglang rata-rata hanya dapat dilakukan selama 8 hingga 10 bulan dalam setahun, terutama karena adanya musim pancaroba dan musim barat yang berlangsung pada September hingga Desember.
“Kalau cuaca ekstrem, kami selalu mengimbau nelayan untuk tidak memaksakan diri melaut. Keselamatan tetap menjadi prioritas,” ucapnya.

Terkait sarana dan prasarana, Uun mengakui kondisi pelabuhan dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Pandeglang masih membutuhkan pembenahan. Namun, pemerintah pusat melalui program Kampung Nelayan Merah Putih telah membangun fasilitas pendukung di Desa Cikiruhwetan, Kecamatan Cikeusik, yang dijadikan sebagai pilot project.

Program tersebut meliputi bantuan alat tangkap, mesin kapal, serta sarana pendukung lainnya guna meningkatkan produksi perikanan sekaligus kesejahteraan nelayan. “Sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, pusat, dan nelayan harus terus dijaga agar target produksi perikanan di Pandeglang bisa tercapai,” terangnya.

Sementara itu, salah seorang nelayan Pandeglang, Mardi, mengaku optimistis terhadap target produksi perikanan tahun 2026, meski tetap realistis dengan tantangan cuaca. “Kalau cuaca mendukung, hasil tangkapan bisa meningkat. Tapi kalau musim barat datang dan laut bergelombang, kami tidak bisa melaut. Itu yang sering jadi kendala,” kata Mardi.

Ia menambahkan, bantuan pemerintah berupa mesin kapal dan alat tangkap sangat membantu nelayan meningkatkan kapasitas melaut. Namun, Mardi berharap perhatian terhadap sarana pendukung lain seperti pelabuhan dan TPI juga semakin diperkuat.
“Kalau fasilitas TPI diperbaiki dan pelabuhan dibenahi, distribusi ikan akan lebih lancar dan hasil tangkapan tidak terbuang sia-sia,” pungkasnya. (*)

ShareTweetSend

Berita Terkait

PERISTIWA

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Gubernur Tegaskan Randis Dilarang Dipakai untuk Mudik

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
PEMERINTAHAN

Disnakertrans Pandeglang Bakal Tindaklanjuti Aduan Pekerja Gudang PT Gudang Wings Labuan

Maret 5, 2026
EKONOMI

Muji Rohman Optimis Industri Sawah Luhur Pangkas Pengangguran

Maret 5, 2026
Next Post
Mutasi Pejabat Tak Lagi Bebas, Pemkot Cilegon Ikuti Skema BKN

Mutasi Pejabat Tak Lagi Bebas, Pemkot Cilegon Ikuti Skema BKN

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh