CILEGON, BANPOS – Teka-teki pelaku pembunuhan MAHM (9), bocah sekolah dasar di Kota Cilegon, akhirnya terungkap. Tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten berhasil menangkap terduga pelaku berinisial HA pada Jumat (2/1).
Pelaku pembunuhan anak yang merupakan putra seorang politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu ditangkap di lokasi persembunyiannya di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kota Cilegon. Penangkapan dilakukan tanpa perlawanan pada sore hari menjelang Maghrib.
Kasi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan, membenarkan penangkapan pelaku pembunuhan bocah 9 tahun tersebut. “Sudah ditangkap Jumat sore sebelum Maghrib,” ujar AKP Sigit saat dikonfirmasi, Sabtu (3/1).
Penangkapan HA juga diperkuat dengan beredarnya dokumentasi visual di Mapolres Cilegon. Dalam foto yang diunggah melalui status WhatsApp Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama, pelaku terlihat telah diamankan di lobi Mapolres Cilegon.
Dalam foto tersebut, HA tampak mengenakan kaus hitam dan duduk di lantai dengan tangan terikat borgol plastik. Sejumlah pejabat kepolisian turut hadir dalam proses pengamanan, di antaranya Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan.
Kombes Pol Dian Setyawan membenarkan bahwa pria yang diamankan merupakan terduga pelaku pembunuhan MAHM. “Alhamdulillah, pelaku sudah ditangkap,” kata Dian melalui pesan WhatsApp.
Meski pelaku telah diamankan, polisi belum mengungkap motif maupun kronologi lengkap pembunuhan tersebut. Pihak kepolisian menyatakan seluruh detail kasus akan disampaikan secara resmi dalam konferensi pers. “Nanti akan disampaikan saat ekspos resmi,” ujar Dian.
Kasus pembunuhan bocah di Cilegon ini bermula pada Jumat siang sekitar pukul 14.20 WIB. Ayah korban, Maman Suherman, menerima telepon dari anak keduanya berinisial D yang menyampaikan kondisi darurat di rumah. Maman yang saat itu sedang bekerja langsung pulang ke rumah.
Sesampainya di lokasi, korban ditemukan dalam kondisi tengkurap dengan luka serius dan pendarahan hebat. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bethsaida, Kota Cilegon, untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal medis, tubuh korban mengalami 19 luka tusukan akibat senjata tajam. (*)

Discussion about this post