SERANG, BANPOS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mencatat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada periode 2–3 Januari 2026 berdampak signifikan di sejumlah wilayah. Jenis bencana yang terjadi didominasi banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor.
Kepala BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, mengatakan hingga Minggu, 4 Januari 2026 pukul 12.08 WIB, total masyarakat terdampak mencapai 4.022 kepala keluarga (KK) atau 5.089 jiwa.
“Dampak keseluruhan meliputi 3.286 rumah tergenang dan dua fasilitas umum terdampak. Kejadian didominasi banjir, cuaca ekstrem, dan longsor,” ujar Lutfi, Minggu (4/1).
Salah satu wilayah dengan dampak paling besar adalah Kota Serang. Banjir yang terjadi pada Jumat, 2 Januari 2026, mengakibatkan 1.087 KK atau 3.033 jiwa terdampak.
“Di Kota Serang terdapat 1.023 rumah yang tergenang dan satu fasilitas umum, yakni SDN Ambon, ikut terdampak,” jelasnya.
Menurut Lutfi, banjir di Kota Serang tersebar di 14 titik permukiman dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 100 sentimeter. Wilayah terdampak antara lain Kroya Lama, Sukajaya, Komplek Banten, Masjid Agung Banten, Baru Bugis, Kendal, Ambon, Janggot, Cikedung, Batu Amben, Manggerong, Puri Keraton, Jabang Bayi, dan Cimuncang Cilik.
Selain banjir, cuaca ekstrem juga melanda empat lingkungan di Kota Serang. Namun, Lutfi memastikan kondisi saat ini mulai membaik dan genangan air di sebagian besar wilayah telah berangsur surut.
Di Kota Cilegon, bencana banjir dan cuaca ekstrem melanda empat kecamatan, yakni Ciwandan, Citangkil, Cibeber, dan Jombang. Total warga terdampak tercatat sebanyak 235 KK atau 475 jiwa.
“Dampak paling signifikan terjadi di Lingkungan Sambirata, Kecamatan Cibeber, dengan 135 KK atau 370 jiwa terdampak,” ungkap Lutfi.
Sementara itu, di Kabupaten Serang tercatat banjir terjadi di 11 titik lokasi, cuaca ekstrem di enam titik, serta tanah longsor di empat titik. Di Kabupaten Pandeglang, banjir masih bertahan di 25 titik dengan ketinggian air rata-rata 20 hingga 70 sentimeter. Satu fasilitas umum berupa Jembatan Desa Ciawi juga terdampak.
Adapun di Kabupaten Lebak, banjir melanda sedikitnya lima titik wilayah, disertai tanah longsor di tiga lokasi dan cuaca ekstrem di satu kecamatan. Di Kabupaten Tangerang, banjir terjadi di enam kecamatan dengan total tujuh titik lokasi.
“Untuk Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, Alhamdulillah nihil kejadian bencana hidrometeorologi,” tandas Lutfi. (*)

Discussion about this post