Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Wagub Pastikan Bantuan Sosial 2026 Lebih Banyak

by Edwin Mahesa
Januari 2, 2026
in PEMERINTAHAN
Wagub Pastikan Bantuan Sosial 2026 Lebih Banyak

Ahmad Dimyati Natakusumah..

SERANG, BANPOS –  Dinas Sosial dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Provinsi Banten menyampaikan bahwa program-program sosial seperti bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) dan bantuan sosial kepada masyarakat miskin di Provinsi Banten di tahun 2026 semakin menyusut dari tahun 2025.

Meski demikian, Wakil Gubernur Banten, A Dimyati Natakusumah mengatakan dengan optimis bahwa penyaluran program Bantuan Sosial dan RTLH di Provinsi Banten sepanjang 2026 mendatang dipastikan akan lebih banyak.

Baca Juga

Wagub Banten Letakkan Batu Pertama Pembangunan Museum SMSI

Wagub Banten Letakkan Batu Pertama Pembangunan Museum SMSI

Februari 9, 2026
Wagub Dimyati Ajak Masyarakat Jaga Iklim Investasi Banten

Wagub Dimyati Ajak Masyarakat Jaga Iklim Investasi Banten

Januari 27, 2026
Wagub Banten Minta Moratorium Tambang tak Terlalu Lama

Wagub Banten Minta Moratorium Tambang tak Terlalu Lama

Januari 20, 2026
Wagub Dimyati Siap Perangi Tambang Ilegal

Wagub Dimyati Siap Perangi Tambang Ilegal

Januari 13, 2026

“Sekarang ini kita betul-betul menghitung, malah nanti lihat hasilnya, lebih banyak. Saya yakin lebih banyak Bansos ke masyarakat. Ya, nanti kita kita push betul. Jadi kalau lihat dari APBD mungkin ya pemikirannya seperti itu, tapi nanti pendistribusian banyak ke masyarakat,” tegas Dimyati, Rabu (31/12).

Dia menuturkan, penyaluran bantuan-bantuan itu bukan hanya sekedar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten. Namun, dari berbagai sumber lainnya seperti bantuan dari Baznas dan dana CSR.

“Apakah nanti dari pengumpulan zakat, apakah nanti dari bantuan-bantuan lainnya, dari pos-pos lainnya, saya yakin lebih banyak. Nanti terasa oleh masyarakat,” ujarnya.

​”Kan sekarang saya ingin Rumah Tidak Layak Huni tuntas selama kepemimpinan Andra-Dimyati,” sambungnya.

Selain bantuan sosial dan RTLH, Dimyati mengaku fokus pada peningkatan ekonomi masyarakat miskin usia produktif dengan bantuan modal usaha.

“Terus juga tadi modal usaha. Nah, saya ini fokus juga ke bagaimana memberikan modal usaha kepada masyarakat. Kita bantu tuh yang pedagang otak-otak, pedagang bakso, pedagang-pedagang kecil itu kita bantu. Setiap kunjungan saya bantu untuk modal usaha,” ujarnya.

​”Sekarang ini sistem penentuan bantuannya bukan lagi ditentukan si ini, si ini, bukan. Kami turun, mana nih yang layak, kita lihat, oh ini mah bagus, nggak perlu. Oh ini mah bantuan dagang aja, oh ini mah masih muda orangnya, nggak bisa. Kalau kemarin-kemarin, bantu si ini, eh ternyata orangnya masih muda. Kalau masih muda kasih modal usaha aja biar dia bisa bangun usaha,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Perumahan di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Banten, Suhadi mengatakan, pihaknya masih menghitung kemampuan anggaran program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk tahun anggaran 2026.

Jika pada tahun berjalan ini Pemprov Banten berhasil melakukan perbaikan terhadap 360 unit rumah, namun tahun depan angkanya menurun diproyeksikan berada di kisaran 300 unit.

“Tahun depan itu masih dinamis, kita rencanakan kurang lebih 300 unit. Mungkin akan menurun (dibanding tahun ini-red), tapi angkanya masih dinamis,” katanya, Senin (29/12).

Sementara, terpisah, Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Lukman menerangkan, untuk 2026 mendatang, alokasi bantuan sosial (Bansos) yang akan di gelontorkan akan kembali mengalami penurunan dari tahun 2025.

Diketahui, sebelumnya, Pemprov Banten mengalokasikan anggaran bantuan sosial (bansos) sebesar Rp18,8 miliar untuk tahun 2025.

Angka tersebut turun drastis hingga 56 persen dibandingkan alokasi anggaran  pada tahun 2024 yang mencapai Rp32,5 miliar.

Meskipun menyatakan bahwa adanya penurunan pada pemberian bantuan sosial kepada masyarakat Banten.

Namun, Lukman tidak merinci berapa besar penurunan bantuan tersebut.

“2026 untuk bantuan sosial itu turun lagi dari tahun ini. Tapi untuk lebih rinci saya belum bisa sampaikan, karena memang ada penyesuaian. Tapi memang ada penurunan,” katanya. (*)

Tags: dimyati natakusumahWagub Banten
ShareTweetSend

Berita Terkait

Wagub Banten Letakkan Batu Pertama Pembangunan Museum SMSI
NASIONAL

Wagub Banten Letakkan Batu Pertama Pembangunan Museum SMSI

Februari 9, 2026
Wagub Dimyati Ajak Masyarakat Jaga Iklim Investasi Banten
EKONOMI

Wagub Dimyati Ajak Masyarakat Jaga Iklim Investasi Banten

Januari 27, 2026
Wagub Banten Minta Moratorium Tambang tak Terlalu Lama
EKONOMI

Wagub Banten Minta Moratorium Tambang tak Terlalu Lama

Januari 20, 2026
Wagub Dimyati Siap Perangi Tambang Ilegal
HUKRIM

Wagub Dimyati Siap Perangi Tambang Ilegal

Januari 13, 2026
Tiga Daerah Sepakat Pindahkan RKUD ke Bank Banten
EKONOMI

Tiga Daerah Sepakat Pindahkan RKUD ke Bank Banten

Desember 23, 2025
Wagub Tegaskan, Raibnya Penyertaan Modal Rp60 Miliar Harus Masuk Penyidikan
EKONOMI

Wagub Tegaskan, Raibnya Penyertaan Modal Rp60 Miliar Harus Masuk Penyidikan

Desember 22, 2025
Next Post

Baru 42 Persen Pekerja Banten Miliki BPJS Ketenagakerjaan, Perda Jamsostek Diharap Tingkatkan Capaian Perlindungan Warga Banten

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh