CILEGON, BANPOS – Teater Padma sukses menggelar pertunjukan teater bertajuk Ruwat Urip yang berlangsung khidmat dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat, Selasa (30/12) di Kiat Cafe, Purwakarta.
Pementasan ini menjadi bagian dari upaya merawat kesadaran budaya serta memperkuat identitas lokal melalui medium seni pertunjukan.
Lakon Ruwat Urip mengangkat tema perjalanan hidup manusia, penyucian diri, serta relasi antara manusia, kekuasaan, dan tanggung jawab moral.
Dengan pendekatan simbolik dan spiritual, pertunjukan ini mengajak penonton untuk merenungi makna hidup sekaligus kembali mengenali jati diri kebudayaan yang tumbuh di Kota Cilegon.
Penggagas kegiatan sekaligus penulis naskah Ruwat Urip, Hilal Ramadhan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas antusiasme penonton serta kolaborasi lintas komunitas yang terlibat dalam pementasan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih atas antusiasme penonton dan kolaborasi antar komunitas yang sama-sama memiliki tujuan untuk memajukan kebudayaan yang ada di Kota Cilegon, agar masyarakat mengetahui identitas kita sebenarnya,” ujar Hilal, Rabu (31/12).
Ia menambahkan, Teater Padma membuka ruang seluas-luasnya bagi kolaborasi di masa mendatang.
“Kami dari Komunitas Teater Padma selalu berharap ke depan seluruh masyarakat dapat berkolaborasi lebih agresif dalam kegiatan-kegiatan kami selanjutnya,” katanya.
Sebagai pelatih sekaligus sutradara, Hilal Ramadhan juga mengaku bangga terhadap para pemain yang terlibat dalam pementasan Ruwat Urip.
“Saya merasa bangga dengan anak-anak yang berani dan mampu menunjukkan rasa kepercayaan diri mereka di hadapan publik,” ungkapnya.
Secara artistik, pementasan ini ditunjang tata panggung simbolik, musik pengiring bernuansa etnik, serta permainan cahaya yang memperkuat atmosfer spiritual. Para aktor tampil dengan penghayatan yang kuat, menjadikan pertunjukan terasa hidup dan menyentuh.
Adapun susunan tim dan pemain dalam pementasan Ruwat Urip yakni:
- Hilal Ramadhan sebagai sutradara
- Wildan, dkk. sebagai tim artistik
- Tompel sebagai tim kreatif
Aktor dan pemeran:
- Muhajir sebagai Ibrahim
- Nurul Maulida sebagai istri Ibrahim
- Amirullah sebagai Jaka
- Andika sebagai Karta
- Nabila sebagai Pohon
Tim pendukung:
- Kang Apoy dan Kang Gery sebagai tim lighting
- Teh Josy sebagai tim make up
Menutup keterangannya, Hilal Ramadhan kembali menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu kegiatan ini hingga akhirnya dapat berjalan dengan lancar,” tutupnya.
Melalui pementasan Ruwat Urip, Teater Padma kembali menegaskan perannya sebagai ruang kreatif yang konsisten menghadirkan karya reflektif, sekaligus berkontribusi dalam memajukan kebudayaan dan ekosistem seni pertunjukan di Kota Cilegon. (*)



Discussion about this post