KOPO, BANPOS – Dalam mendukung ketahanan pangan nasional, Polres Serang menambah lahan tanam jagung enam hektar di Kampung Kabayan. Sebelumnya, Polres Serang telah mengelola lahan jagung seluas 22 hektar di Desa Mekarbaru, Kecamatan Kopo.
Seluruh lahan tersebut dikelola Kelompok Tani Tani Maju binaan langsung Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko. Melalui perluasan ini, Polres Serang mempertegas dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional Presiden Prabowo Subianto.
“Penambahan lahan ini adalah komitmen kami untuk terus mendukung program ketahanan pangan. Harapannya, hasil panen nantinya dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya, Senin (29/12/2025).
Saat ini, tanaman jagung seluas 22 hektar telah memasuki musim tanam Kuartal IV. Rencananya, Polres Serang memanen jagung tersebut pada akhir Januari atau awal Februari mendatang.
Sistem Penanaman Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Dengan perhitungan teknis, Polres Serang menargetkan hasil panen maksimal dari pengelolaan terpadu bersama petani. Selanjutnya, Kapolres Serang menggabungkan total lahan 28 hektar dalam satu sistem penanaman serentak. Dengan pola tersebut, Polres Serang mempermudah pengelolaan, perawatan, dan panen bersama kelompok tani.
“Kami ingin kegiatan ini berjalan berkelanjutan. Sinergi antara kepolisian dan petani harus terus diperkuat agar ketahanan pangan benar-benar terwujud,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolsek Kopo Iptu Aripin Simbolon turut mendampingi pelaksanaan kegiatan di lapangan. Di sisi lain, Ketua Poktan Tani Maju, Adi Sumadi, menyampaikan manfaat nyata dukungan Polres Serang.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan Kapolres Serang. Dengan adanya tambahan lahan ini, semangat petani semakin meningkat dan kami optimistis hasil panen akan lebih baik,” katanya.
Menurutnya, kerja sama tersebut meningkatkan produksi jagung sekaligus memperkuat hubungan sosial masyarakat desa. Dengan demikian, program jagung Polres Serang memperlihatkan sinergi konkret menjaga ketahanan pangan nasional berbasis pedesaan. (*)

Discussion about this post