LEBAK, BANPOS — Jumlah hasil panen daging ayam dan telur di Kabupaten Lebak disebut belum mampu mencukupi kebutuhan lauk dalam menu program makan bergizi gratis (MBG). Hal itu dikarenakan jumlah komoditas yang dihasilkan masih terbatas.
Pernyataan itu diungkapkan langsung oleh Plt Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lebak, Rieyan Dermawan.
Rieyan menyampaikan, berdasarkan data terakhir Disnakeswan Kabupaten Lebak sampai dengan November 2025, jumlah pasokan daging ayam di Kabupaten Lebak tercatat ada sebanyak 3.397.662 kilogram. Sementara jumlah telur ayam ras ada sebanyak 1.118.744 kilogram.
Sedangkan di sisi lain, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang saat ini beroperasi di Kabupaten Lebak tercatat ada sebanyak 53 unit dari 180 unit SPPG yang akan disiapkan dengan jumlah penerima manfaat mencapai 100 ribu per hari.
Kemudian tiap satu unit dapur per minggunya disebut membutuhkan sekitar 500–1.100 kilogram daging ayam. Sedangkan untuk telur jumlah kebutuhannya per minggu mencapai 500 kilogram.
Melihat jumlah kebutuhan daging ayam dan telur ayam yang relatif besar, Rieyan mengungkapkan, hasil peternakan di Kabupaten Lebak belum mampu memenuhinya.
Peluang Besar Peternak Lebak
Namun, ia menyadari, kesempatan itu merupakan peluang besar bagi para peternak di Kabupaten Lebak yang tidak boleh dilewatkan.
“Jadi sebetulnya itu pasar yang potensi luar biasa besar. Cuma emang produksinya di kita belum bisa memenuhi, masih terbatas,” ungkapnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut Rieyan menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Lebak telah menyiapkan program inseminasi buatan terhadap hewan ternak milik warga.
Melalui program tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah produksi peternakan ayam dan telur, sehingga mampu memenuhi kebutuhan program MBG di Kabupaten Lebak.
“Inseminasi buatan ini kita lakukan untuk para kelompok ternak di lapangan,” ujarnya.
Terpisah, berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak per 11 Desember 2025 harga daging ayam ras tercatat berada di kisaran Rp38 ribu—Rp42 ribu per kilogram. Sementara untuk harga telur ayam ras berada di kisaran Rp28 ribu–Rp32 ribu per kilogram.
Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindag Kabupaten Lebak, Yani, mengungkapkan, meski harga daging ayam ras dan telur cenderung stabil namun pihaknya tetap akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga ketersediaan pasokan pangan di Kabupaten Lebak tetap terjaga.









Discussion about this post