Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Tantangan Pradigma Baru Pengawasan Kualitas Air Minum

by Edwin Mahesa
Desember 28, 2025
in KESEHATAN, PEMERINTAHAN
Tantangan Pradigma Baru Pengawasan Kualitas Air Minum

SERANG, BANPOS – Arah kebijakan baru dalam program Kesehatan Lingkungan, khususnya pada Pradigma Pengawasan Kualitas Air Minum melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029. Yang semula menitikberatkan seluruh upaya pengawasan kualitas air diakumulasi dan diakui sebagai nilai capaian. Namun tahun 2025, indikator tersebut bertransformasi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti menjelaskan, kini hanya hasil pengawasan yang menunjukkan bahwa air memenuhi syarat fisik, kimia, dan mikrobiologi sesuai standar kesehatan, yang akan dihitung dalam capaian Pengawasan.

Baca Juga

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026

Gelontorkan Rp75 Miliar, dari PNS sampai PPPK Paruh Waktu Pemprov Banten Kebagian THR

Maret 5, 2026

Pemprov Tidak Anggarkan THR untuk PPPK Paruh Waktu

Maret 4, 2026
Pemprov Banten Prioritaskan Bantuan Benih Untuk Lahan Puso

Pemprov Banten Prioritaskan Bantuan Benih Untuk Lahan Puso

Februari 24, 2026

“Perubahan ini membawa semangat baru. Kita tidak lagi menilai seberapa
sering pengawasan dilakukan, tetapi seberapa banyak masyarakat benar- benar mendapatkan air yang aman dan sehat,” ujarnya, Minggu (28/12).

Pendekatan baru ini, kata dia, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam meningkatkan akurasi data dan dampak nyata program kesehatan lingkungan.
Dengan indikator yang lebih ketat, data capaian Air Minum Aman akan lebih menggambarkan kondisi riil kualitas air minumdi masyarakat.

Selain itu, perubahan ini juga mendorong peningkatan kapasitas tenaga Kesehatan Lingkungan di daerah dalam melakukan pemeriksaan dan validasi hasil demi memastikan seluruh proses pengawasan memenuhi standar teknis Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

Provinsi Banten menjadi salah satu daerah yang cukup progresif dalam pengawasan kualitas air minum. Pada tahun 2024, Banten mencatat capaian 84,34 pesen pengawasan kualitas air minum (PKAM), melebihi target nasional sebesar 76 persen.

Namun, dengan perubahan indikator baru, fokus kini beralih pada persentase sarana air minum yang benar-benar memenuhi syarat kesehatan, bukan sekadar jumlah pengawasan yang dilakukan.

“Ini tentu menjadi tantangan bagi sektor kesehatan. Kami akan memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan Dinas PUPR, DLH, PDAM, serta pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan setiap sumber air masyarakat benar-benar aman dari segi kuantitas, kualitas, kontinuitas, dan keterjangkauan,” jelasnya.

Memasuki tahun 2025, hingga Triwulan III, capaian pengawasan kualitas air minum di Provinsi Banten tercatat sebesar 69,46 pesen. Angka ini menunjukkan tren capaian yang cukup baik di tengah proses penyesuaian terhadapindikatorbaruyang lebihketat dan berbasis hasil pemeriksaan mutu Kualitas air minum.

Perubahan indikator ini menjadi tantangan tersendiri, karena kini yang dihitung bukan lagi frekuensi pengawasan, melainkan persentase sarana air minum yang benar-benar memenuhi syarat kesehatan. Dengan demikian, fokus utama bergeser pada peningkatan mutu air, bukan sekadar aktivitas pengawasan.

“Capaian hingga Triwulan III tahun 2025 sebesar 69,46 pesen menjadi cerminan kerja keras seluruh kabupaten/kota di Banten. Kami optimis target 70 persen Air Minum Aman di akhir tahun akan tercapai melalui kolaborasi dan upaya lintas sektor yang terarah,” ujarnya.

Selaras dengan hal tersebut, program Air Minum Aman akan terus diintegrasikan dengan Program Kesehatan Lingkungan lainnya meliputi 5 (lima) pilar yang termaktub dalam Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) serta memperkuat Pendekatan lintas program yang diharapkan mampu mempercepat pencapaian target nasional dan membangun ekosistem masyarakat yang sehat dan berdaya. (ADV)

Tags: Ati Pramudji Hastutidinkes bantenPemprov Banten

Berita Terkait

PEMERINTAHAN

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
PEMERINTAHAN

Gelontorkan Rp75 Miliar, dari PNS sampai PPPK Paruh Waktu Pemprov Banten Kebagian THR

Maret 5, 2026
PEMERINTAHAN

Pemprov Tidak Anggarkan THR untuk PPPK Paruh Waktu

Maret 4, 2026
Pemprov Banten Prioritaskan Bantuan Benih Untuk Lahan Puso
PEMERINTAHAN

Pemprov Banten Prioritaskan Bantuan Benih Untuk Lahan Puso

Februari 24, 2026
Bappeda Se-Banten Sinkronkan Arah Pembangunan 2027
PEMERINTAHAN

Bappeda Se-Banten Sinkronkan Arah Pembangunan 2027

Februari 21, 2026
Andra Soni Tekankan OPD Responsif Saat Pemeriksaan BPK
PEMERINTAHAN

Andra Soni Tekankan OPD Responsif Saat Pemeriksaan BPK

Februari 19, 2026
Next Post
Banten Jadi Provinsi Terbaik Penanganan TBC

Banten Jadi Provinsi Terbaik Penanganan TBC

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh