CILEGON, BANPOS – Penanganan masalah tengkes atau stunting di kawasan industri seperti Kota Cilegon membutuhkan langkah konkret dan berkelanjutan. Pemerintah Kelurahan Ciwaduk membuktikan hal tersebut melalui pelaksanaan Inovasi GEMAS (Gerakan Menurunkan Angka Stunting) yang kembali digelar pada akhir 2025.
Melalui program tersebut, Kelurahan Ciwaduk mencatatkan hasil positif dalam perbaikan status gizi balita. Dari 10 anak yang menjadi sasaran intervensi, empat anak berhasil keluar dari kategori stunting, sementara tiga anak lainnya menunjukkan peningkatan status gizi.
Lurah Ciwaduk, Nurul Hadiyati, mengatakan bahwa program GEMAS dirancang tidak hanya untuk memberikan bantuan makanan, tetapi juga membentuk pola asuh dan kebiasaan orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.
“Kegiatan ini berlangsung selama 20 hari, mulai 5 hingga 24 Desember, dengan dana dari para donatur. Validasi dilakukan pada hari ketujuh, ke-14, dan ke-20. Kami memberikan makanan tambahan berupa telur, susu, buah, dan kacang hijau,” ujar Nurul, Kamis (25/12).
Ia menjelaskan, selama program berlangsung anak-anak dipantau secara ketat melalui metode “karantina gizi mandiri” di rumah masing-masing. Orang tua mendapatkan pendampingan intensif dari kader PKK sebagai ibu asuh serta supervisi langsung dari Ahli Gizi UPTD Puskesmas Cilegon.
“Alhamdulillah, antusiasme ibu dan anak sangat tinggi. Kerja sama orang tua menjadi faktor utama keberhasilan program ini,” katanya.
Berdasarkan hasil evaluasi Tim Ahli Gizi UPTD Puskesmas Cilegon, intervensi selama hampir tiga pekan tersebut dinilai efektif dalam meningkatkan asupan protein hewani dan nabati yang berpengaruh terhadap kenaikan berat badan anak.
Selain pendampingan gizi, Pemerintah Kelurahan Ciwaduk juga memberikan penghargaan sebagai bentuk motivasi. Tiga anak dengan kenaikan berat badan tertinggi menerima apresiasi berupa uang tunai, sementara seluruh peserta mendapatkan bingkisan dan makanan sehat. Para ibu serta kader PKK turut memperoleh paket sembako sebagai bentuk penghargaan atas keterlibatan aktif mereka.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon, Lia Nurlia Mahatma, mengapresiasi inovasi yang dilakukan Pemerintah Kelurahan Ciwaduk. Ia menilai, upaya berbasis komunitas menjadi kunci percepatan penurunan angka stunting.
“Kami membutuhkan terobosan seperti inovasi GEMAS ini. Inisiatif dari tingkat kelurahan sangat penting untuk mewujudkan target Kota Cilegon Zero Stunting,” ujarnya.
Model penanganan stunting melalui Inovasi GEMAS dinilai efektif karena mengedepankan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader masyarakat, serta dukungan filantropi warga. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kelurahan lain dalam upaya menurunkan angka stunting secara berkelanjutan. (*)










Discussion about this post