CILEGON, BANPOS – Sebuah keputusan inspiratif datang dari Kota Cilegon, Banten. Pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Roihatul Jannah Banten, H. Mutho’i, membatalkan rencana pembangunan perumahan kluster di atas lahan miliknya dan memilih mewakafkannya untuk kepentingan umat.
Lahan strategis seluas 4.000 meter persegi yang berlokasi di Kelurahan Deringo, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon tersebut resmi diwakafkan untuk pembangunan lembaga pendidikan Islam. Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Ponpes Roihatul Jannah yang digelar pada Rabu (24/12).
H. Mutho’i mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Menurutnya, pembangunan pesantren dinilai memiliki nilai kebermanfaatan yang lebih luas dibandingkan pengembangan hunian komersial.
“Awalnya tanah ini akan dibangun perumahan. Namun saya berpikir, jika digunakan untuk pesantren, manfaatnya akan lebih besar dan berkelanjutan, bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk umat,” ujar H. Mutho’i di sela kegiatan.
Ia menegaskan, wakaf tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan agama. Selain itu, keberadaan pesantren diharapkan dapat menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.
“Tujuan kami sederhana, ingin ikut membantu negara dalam mencerdaskan anak bangsa dan menjadikan pesantren ini sebagai ladang ilmu serta amal jariyah,” katanya.
Di atas lahan wakaf tersebut, rencananya akan dibangun fasilitas pendidikan yang meliputi ruang belajar, asrama santri, serta sarana ibadah. Pondok Pesantren Roihatul Jannah nantinya terbuka bagi santri dari Kota Cilegon maupun dari berbagai daerah di Indonesia.
Acara peletakan batu pertama turut dihadiri tokoh agama KH Khoirul Anwar. Dalam tausiyahnya, ia mengapresiasi langkah H. Mutho’i yang dinilainya sebagai bentuk perjuangan di jalan Allah.
“Orang yang membangun pesantren adalah orang yang mulia. Pesantren menjadi tempat lahirnya generasi berilmu dan berakhlak,” ujar KH Khoirul Anwar.
Ia menambahkan, pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pembinaan moral umat di tengah tantangan zaman.
Pembangunan Ponpes Roihatul Jannah juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kecamatan Citangkil. Camat Citangkil, Ikhlasinnufus, menyatakan bahwa kehadiran pesantren di Kelurahan Deringo diharapkan membawa dampak positif bagi kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
“Kami sangat mendukung pembangunan pondok pesantren ini. Semoga Citangkil semakin religius, aman, dan penuh keberkahan,” ujarnya.
Pondok Pesantren Roihatul Jannah ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap seiring progres pembangunan. Kehadirannya diharapkan menjadi pusat pendidikan Islam baru di Kota Cilegon serta berkontribusi dalam mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. (*)











Discussion about this post