LEBAK, BANPOS – Pengamat kebijakan publik, Muslih Amin, menilai anggaran yang telah dialokasikan untuk DPRD Lebak tidak sebanding dengan realisasi kinerjanya. Muslih menegaskan, keterbatasan kapasitas tidak bisa lagi dijadikan sebagai alasan rendahnya capaian realisasi tersebut.
Muslih menuturkan, ketika menjadi anggota legislatif mestinya mereka sudah memiliki kesadaran mengenai kemampuan dirinya.
“Kalau memang persoalannya di kapasitas, kerja samakan dengan pihak lain misalnya perguruan tinggi atau tenaga ahli agar alasan itu tidak terjadi,” ujarnya tegas.
Di samping itu ia juga menegaskan, tidak ada pemakluman bagi anggota DPRD yang menjadikan awal masa jabatan sebagai alasan untuk berleha-leha. Sebab ketika sudah dilantik, menurutnya, mereka sudah harus bergerak cepat menuntaskan segala pekerjaan yang menjadi tugasnya sebagai anggota legislatif.
“Karena yang dirugikan kan publik udah mahal-mahal bayar gaji mereka, tunjangan mereka gitu. Waktu satu tahun itu bukan waktu yang sedikit, ini sayang juga menyia-nyiakan waktu gitu,” tegasnya.
Melihat capaian yang diperoleh di tahun ini, Muslih menilai perlu adanya upaya evaluasi terhadap kinerja DPRD Kabupaten Lebak. Hal itu dilakukan supaya permasalahan yang terjadi di internal legislatif bisa ditangani, yang kemudian harapannya ke depan dapat memberikan kinerja yang terbaik bagi masyarakat.
“Tentu saja ini harus menjadi evaluasi mendalam terutama bagi teman-teman Badan Legislasi, fungsi legislasi mereka berarti buruk gitu,” katanya.
Selain menekankan evaluasi, Muslih menambahkan, perlu didorong adanya pelibatan masyarakat secara aktif dalam upaya penyusunan raperda.
Karena menurutnya, pelibatan masyarakat dalam pembahasan penyusunan kebijakan adalah suatu hal yang wajib dilakukan. Sebab hal itu juga sekaligus berkaitan dengan menjaga transparansi dan integritas di hadapan publik.
“Ini juga penting wajib hukumnya selalu melibatkan publik sejak perencanaan. Biasakan transparan, biasakan terbuka, biasakan publik dilibatkan sehingga kinerja mereka tuh menjadi ringan jadi bukan hanya sebatas berbasis projek saja,” tandasnya.(*)

Discussion about this post