CILEGON, BANPOS – Menjelang puncak perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) 2025, pergerakan Truk Logistik di lintasan penyeberangan tersibuk Indonesia. Yakni di Pelabuhan Merak-Bakauheni, menunjukkan tren data yang mengejutkan dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan terkini dari Posko Angkutan Nataru 2025 pada H-2, terjadi anomali di mana dominasi kendaraan pribadi mengalami penurunan. Sementara arus kendaraan seperti truk logistik justru mencatatkan lonjakan yang sangat signifikan.
Berdasarkan data Nataru 2025 Posko Merak yang mencakup Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara. Selama periode pengamatan 24 jam pada 23 Desember 2025, tercatat adanya pergeseran pola mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Total kapal yang beroperasi melayani penyeberangan dari Jawa ke Sumatera pada periode ini mencapai 185 trip. Sebuah angka operasional yang tinggi untuk mengimbangi permintaan yang ada.
Sorotan utama pada H-2 ini terletak pada pergerakan kendaraan barang. Total truk yang menyeberang dari Jawa menuju Sumatera mencapai angka drastis sebanyak 3.620 unit.
Lonjakan Drastis Truk Logistik
Angka ini merepresentasikan kenaikan sebesar 57 persen dibandingkan realisasi periode yang sama pada tahun lalu, yang hanya mencatat 2.305 unit truk. Lonjakan lebih dari setengah kali lipat ini mengindikasikan adanya percepatan distribusi logistik yang masif dari pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan pasokan di Sumatera menjelang hari raya dan tahun baru.
Sebaliknya, tren penurunan justru terlihat pada segmen kendaraan penumpang yang biasanya mendominasi pemberitaan mudik. Untuk kendaraan roda empat atau mobil pribadi, realisasi pada H-2 Nataru 2025 tercatat sebanyak 3.884 unit. Angka ini turun 6,7 persen jika dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang mencapai 4.162 unit.
Penurunan serupa juga terjadi pada pengguna kendaraan roda dua. Tercatat realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H-2 mencapai 907 unit atau turun 3,3 persen dibandingkan realisasi tahun lalu yaitu 938 unit.
Fenomena Baru Pemudik
Fenomena ini bisa menjadi indikasi bahwa pemudik mungkin telah melakukan perjalanan jauh hari sebelum H-2 atau memilih moda transportasi lain selain kendaraan pribadi.
Meskipun kendaraan pribadi menurun, secara agregat, volume kendaraan yang meninggalkan Jawa tetap mengalami peningkatan berkat kontribusi besar dari sektor logistik.
Total seluruh kendaraan tercatat 8.770 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara pada H-2 atau naik 12,6 persen dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 7.792 unit.
Sementara itu, dari sisi jumlah individu, antusiasme masyarakat untuk menyeberang tetap terlihat positif meski tidak melonjak tajam. Adapun realisasi total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara pada H-2 mencapai 35.368 orang atau naik 1,8 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 34.751 orang.
Jika dilihat dalam rentang waktu yang lebih luas, yakni akumulasi data mulai dari H-10 sampai H-2, total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera tercatat 311.539 orang, naik tipis 1,2 persen dari tahun lalu. Namun, total kendaraan secara akumulatif justru terkoreksi turun 1,1 persen menjadi 73.717 unit dibandingkan tahun sebelumnya.
Arus Balik Logistik dari Sumatera Juga Meningkat
Kondisi peningkatan arus logistik ternyata tidak hanya terjadi satu arah. Data dari sisi sebaliknya, yakni dari Sumatera menuju Jawa, juga memperlihatkan tren serupa. Berdasarkan data Posko Bakauheni selama 24 jam pada periode yang sama, kapal yang beroperasi melayani rute balik ini mencapai 110 trip.
Kendaraan truk yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa (melalui Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu) mencapai 3.509 unit. Jumlah ini mengalami kenaikan 20,4 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 2.914 unit. Hal ini mempertegas bahwa aktivitas ekonomi dan rantai pasok antar-pulau sedang berada dalam intensitas tinggi pada H-2 Natal 2025 ini.
Sama halnya dengan di Merak, kendaraan penumpang dari arah Sumatera juga mengalami penurunan. Kendaraan roda empat mencapai 3.316 unit atau turun 9,4 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 3.662 unit. Sementara kendaraan roda dua turun lebih dalam sebesar 10,3 persen menjadi hanya 716 unit.
Secara keseluruhan, total kendaraan yang masuk ke Jawa pada H-2 tercatat 7.914 unit, naik 1,9 persen dari tahun lalu. Namun, jumlah penumpang dari Sumatera ke Jawa justru mengalami penurunan tipis.
Adapun realisasi total penumpang di Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H-2 mencapai 32.916 orang. Jumlah ini turun 1 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 33.262 orang.
Data ini memberikan gambaran jelas bagi para pelaku perjalanan maupun pebisnis logistik bahwa H-2 Nataru 2025 diwarnai oleh dominasi angkutan barang yang sangat kuat. Sebuah pergeseran pola yang patut diantisipasi dalam pengaturan lalu lintas di area pelabuhan. (*)



Discussion about this post