CILEGON, BANPOS – Menjelang puncak perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meninjau kesiapan pengamanan dan infrastruktur di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat di jalur penyeberangan utama yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera.
Kapolri mengatakan pengamanan Nataru tahun ini dilaksanakan secara nasional melalui operasi kemanusiaan yang melibatkan ribuan personel dan pos pengamanan. Secara keseluruhan, terdapat lebih dari 2.800 pos Nataru yang disiagakan dan akan beroperasi selama 14 hari. “Secara nasional kita menyiapkan lebih dari 2.800 pos, terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu,” ujar Jenderal Sigit di Pelabuhan Merak.
Ribuan pos tersebut terbagi ke dalam 1.807 pos pengamanan, 763 pos pelayanan, serta 333 pos terpadu yang melibatkan berbagai instansi terkait. Pengamanan ini difokuskan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama libur panjang akhir tahun.
Khusus di wilayah hukum Polda Banten, Kapolri menyebutkan sebanyak 50 pos pengamanan telah disiagakan di titik-titik strategis. Hal ini mengingat Banten merupakan wilayah krusial dengan intensitas pergerakan masyarakat yang tinggi, terutama melalui jalur penyeberangan Merak–Bakauheni.
Kapolri menegaskan terdapat empat objek utama yang menjadi prioritas pengamanan selama Nataru di Banten, yakni jalur penyeberangan mudik dan balik, kegiatan ibadah Natal di gereja, aktivitas perayaan malam tahun baru, serta lokasi wisata. “Ada empat objek yang menjadi fokus pengamanan, mulai dari penyeberangan mudik dan balik di Merak, kegiatan ibadah Natal dan Tahun Baru, hingga aktivitas wisata dan kegiatan masyarakat lainnya. Semuanya harus diamankan,” kata Kapolri.
Selain aspek keamanan, Kapolri juga menekankan kewaspadaan terhadap faktor cuaca ekstrem. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Banten masuk kategori zona dengan potensi curah hujan tinggi, sehingga berisiko terjadi bencana hidrometeorologi.
Ia meminta seluruh jajaran belajar dari kejadian bencana di sejumlah daerah, seperti banjir bandang di Sumatera Utara dan Jawa Tengah, agar tidak terjadi peristiwa serupa di wilayah Banten. “Banten masuk wilayah dengan curah hujan tinggi berdasarkan prediksi BMKG. Kita harus mengantisipasi kemungkinan bencana sejak dini, termasuk menyiapkan mitigasi dan langkah evakuasi,” tegasnya.
Meski hingga saat ini kondisi arus penyeberangan di Pelabuhan Merak terpantau lancar dan terkendali tanpa antrean panjang, Kapolri mengingatkan seluruh pihak agar tidak lengah. Menurutnya, kondisi cuaca dan perairan Selat Sunda dapat berubah sewaktu-waktu.
Kapolri menginstruksikan pengelola pelabuhan, ASDP, dan jajaran kepolisian untuk memastikan kesiapan peralatan penyelamatan, lokasi tunggu yang aman bagi penumpang, serta sistem informasi publik terkait jadwal penyeberangan yang menyesuaikan kondisi cuaca. “Kita tidak boleh underestimate. Mitigasi risiko harus disiapkan dengan baik, mulai dari tempat tunggu masyarakat, publikasi informasi, hingga peralatan rescue jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” pungkasnya. (*)



Discussion about this post