SERANG, BANPOS – Pemerintah Kota Serang menegaskan komitmen memperluas ruang partisipasi dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas melalui penyelenggaraan Pekan Paralimpik Kota Serang. Ajang ini tidak semata menjadi kompetisi olahraga, melainkan juga penegasan bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi aktivitas, karya, dan prestasi.
Kepala Dinas Sosial Kota Serang, Ibra Gholbi, yang mewakili Walikota Serang, menyatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas perangkat daerah. Kolaborasi itu, menurutnya, mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam menghadirkan ruang yang inklusif bagi penyandang disabilitas.
“Kolaborasi ini membuktikan bahwa kita Pemerintah Kota Serang memberikan ruang-ruang kepada mereka yang disabilitas untuk membuktikan bahwa mereka ini bisa setara dan berdaya,” tegas Ibra Gholbi.
Komitmen tersebut tidak berhenti pada pernyataan simbolik. Pemerintah Kota Serang memberikan hibah kepada National Paralympic Committee (NPC) Kota Serang guna mendukung pelaksanaan Pekan Paralimpik. Juga sekaligus mengalokasikan anggaran untuk keberangkatan atlet pada ajang Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) dan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Peparda) tahun 2026.
Pemkot Serang Dukung Penuh Pekan Paralimpik
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Serang, Zeka Bachdi, menambahkan dukungan pemerintah juga diwujudkan dalam penyediaan sarana dan prasarana penunjang. Fasilitas tersebut antara lain alat bantu dengar dan kursi roda yang dibutuhkan atlet selama kegiatan berlangsung.
Pekan Paralimpik Kota Serang tahun ini diikuti 50 atlet yang berlaga pada tujuh cabang olahraga, meliputi atletik, bulu tangkis, boccia, tenis meja, catur, dan panahan. Menurut Zeka, tujuan utama kegiatan ini bukan semata mengejar peringkat. Ajang ini juga mendorong aktivitas, partisipasi, dan produktivitas atlet disabilitas.
Meski demikian, aspek prestasi tetap menjadi perhatian. “Tahun lalu kita di posisi kelima di Peparprov. Tahun ini mungkin kita ingin teman-teman dari NPC memperbaiki semua cabor,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Zeka juga menyampaikan perkembangan proyek Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) Stadion yang disiapkan sebagai pusat ekonomi dan hiburan baru. Pujasera tersebut dijadwalkan diluncurkan pada 10 Januari dengan kapasitas 157 kios untuk menata sekitar 330 pedagang yang selama ini berjualan di area stadion.
Dari sisi fiskal, keberadaan pujasera diproyeksikan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah dengan estimasi Rp800 juta hingga Rp900 juta per tahun. “Konsepnya ke depan ini Pujasera, tidak ada yang punya kursi-kursi masing-masing. Semua kursi itu punya bersama,” tutup Zeka. (CR01/AZM)




Discussion about this post