CILEGON, BANPOS – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon menyiapkan pendampingan psikologis bagi keluarga korban pembunuhan anak pengusaha di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Kota Cilegon.
Kepala DP3AP2KB Kota Cilegon, Lia Nurlia Mahatma, mengatakan pendampingan tersebut difokuskan pada pemulihan kondisi psikologis keluarga korban, terutama orang tua yang ditinggalkan oleh anaknya yang berusia 9 tahun.
Namun hingga saat ini, pihaknya mengaku belum dapat menggali keterangan lebih lanjut dari keluarga korban, khususnya ibu korban, lantaran masih dalam kondisi syok. “Belum bisa kami gali lebih jauh karena komunikasi dengan orang tuanya masih terkendala. Mereka masih dalam kondisi syok, sehingga belum dapat kami tindak lanjuti,” kata Lia, Senin (22/12).
Ia menjelaskan, pada prinsipnya DP3AP2KB siap memberikan pendampingan sesuai kebutuhan melalui tim psikolog dari bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). “Kami baru sedikit mendapatkan kronologis dari keluarga korban. Hingga saat ini, kami juga belum mengetahui apakah keluarga membutuhkan pendampingan dari kami atau seperti apa bentuknya,” ujarnya.
Menurut Lia, pemulihan psikologis berpotensi dibutuhkan oleh seluruh anggota keluarga korban, termasuk ibu, ayah, dan kakak korban. Meski demikian, hingga kini pihak keluarga belum memberikan kepastian terkait pendampingan yang telah ditawarkan. “Rata-rata pendampingan berlangsung hingga tiga bulan, tetapi hal tersebut bergantung pada kondisi masing-masing individu,” ungkapnya, menjelaskan jangka waktu pendampingan. (*)











Discussion about this post