PANDEGLANG, BANPOS – Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Arif Rahman, menyebut sekitar 168 ribu hektare lahan di Provinsi Banten berada dalam kondisi kritis. Dari jumlah tersebut, sebagian besar terdapat di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.
Hal itu disampaikan Arif Rahman saat melaksanakan kegiatan reses di Kelurahan Karaton, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Senin (22/12). “Jumlah lahan kritis sebanyak itu se-Provinsi Banten, tapi sebagian besar ada di Pandeglang dan Lebak,” kata Arif.
Menurut Arif, kondisi tersebut menjadi perhatian serius mengingat wilayah Pandeglang dan Lebak memiliki peran penting sebagai daerah tangkapan air bagi sejumlah wilayah lain di Banten. Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di daerah pemilihannya. “Pandeglang ini merupakan sumber air untuk beberapa daerah, sehingga kelestarian alamnya harus dijaga,” ujarnya.
Arif juga menilai pemerintah daerah perlu mengubah orientasi pembangunan yang selama ini lebih berfokus pada proyek fisik, agar seimbang dengan upaya pelestarian lingkungan. “Pemerintah daerah jangan hanya berbicara soal proyek, tetapi juga bagaimana menjaga kelestarian alam. Kita harus berpikir untuk kepentingan anak cucu ke depan,” katanya.
Terkait penyebab banyaknya lahan kritis di Banten, Arif menyebut sejumlah faktor, di antaranya aktivitas penebangan liar dan kegiatan pertambangan, seperti tambang pasir, batu, dan tanah. “Aktivitas galian C ini harus dievaluasi oleh pemerintah daerah setempat, apa saja yang sudah dilakukan dan dampaknya terhadap lingkungan,” tuturnya.
Ia menegaskan, pemanfaatan sumber daya alam harus diimbangi dengan tanggung jawab menjaga kelestariannya agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan yang berkepanjangan. “Jangan sampai sumber daya alam hanya dieksploitasi, sementara kewajiban menjaga kelestarian alam diabaikan,” tandasnya. (*)











Discussion about this post