SERANG, BANPOS – Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Serang menyelenggarakan Webinar Nasional dan Diseminasi Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema ‘Desa Sebagai Penggerak Pembangunan Berkelanjutan: Inovasi, Kolaborasi dan Transformasi Tata Kelola’.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 300 peserta, terdiri dari mahasiswa Program Studi Administrasi Negara dan dosen dari Unpam Kampus Serang.
Direktur Unpam Kampus Serang, Imam Shofi’i, menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menghasilkan dampak yang terukur bagi masyarakat.
“Kampus harus menjadi mitra strategis desa dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan,” katanya, Kamis (18/12).
Ketua pelaksana kegiatan, Jaka Maulana, menyatakan bahwa webinar ini dirancang sebagai ruang kolaboratif antara akademisi dan praktisi desa.
“Kami berharap sinergi desa dan perguruan tinggi dapat terus diperkuat untuk mendorong pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal DPP APDESI Merah Putih, Uhadi, menekankan bahwa inovasi desa merupakan kerja nyata memanfaatkan teknologi, sumber daya lokal, dan gagasan baru guna meningkatkan kesejahteraan serta kemandirian desa.
“Transformasi tata kelola dari pola manual menuju digital adalah pintu masuk pemerintahan desa yang lebih transparan, akuntabel, dan partisipatif,” katanya.
Sementara, Akademisi Unpam Heru Wahyudi menajamkan diskusi pada isu tata kelola dan ukuran dampak.
Ia memetakan tantangan struktural desa: perencanaan belum berbasis data, indikator keberhasilan belum jelas, tata kelola masih prosedural, serta inovasi belum terlembagakan sehingga mudah berhenti ketika proyek selesai.
“Besarnya Dana Desa menuntut standar transparansi dan akuntabilitas yang lebih tinggi. Kampus dapat hadir sebagai mitra penguat sistem, bukan pengganti peran desa,” katanya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ipah Ema Jumiati dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara desa dan kampus dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
“Capaian pembangunan berkelanjutan bergantung pada apa yang terjadi di tingkat tapak, sebab ujung tombak agenda SDGs terletak pada kemampuan desa membangun inovasi, memperkuat kolaborasi, dan membenahi tata kelola,” tandasnya. (*)



Discussion about this post