LEBAK, BANPOS — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menyiapkan langkah upaya untuk mengantisipasi terjadinya sawah terendam di musim penghujan tahun ini.
Salah satunya dengan normalisasi saluran irigasi yang melintasi sejumlah lahan persawahan yang ada di Kabupaten Lebak.
Selain itu Pemkab Lebak juga menyiapkan program penyaluran bantuan bibit bagi petani yang sawahnya terendam akibat banjir.
“Kalaupun terjadi kita meminta bantuan ke pemerintah pusat maupun ke pemerintah provinsi untuk bantuan bibit-bibitan,” kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, Kamis (18/12).
Rahmat menyampaikan, lahan sawah baku yang ada di Kabupaten Lebak luasnya mencapai 52.025 hektar.
Kemudian dari luas lahan tersebut, lokasi sawah yang rawan terendam banjir berada di daerah Kecamatan Wanasalam dan Malingping.
Namun untuk di musim penghujan tahun ini, Rahmat mengatakan, belum ada laporan mengenai sawah yang terendam.
“Ya mudah-mudahan tidak terjadilah. Karena akan berakibat nanti mengganggu terhadap produksi dan produktivitas,” ucapnya.
Di samping itu, saat ditanya mengenai jumlah penyusutan lahan sawah di Kabupaten Lebak, Rahmat mengaku belum dapat memberikan jawaban.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyusutan tersebut tidak dapat dipungkiri karena seiring dengan pesatnya laju pembangunan di Kabupaten Lebak.
“Kalau penyusutan pasti ada tapi datanya kan harus dilihat dulu ya takut saya salah,” tandasnya.(*)



Discussion about this post