LEBAK, BANPOS -Badan Urusan Logistik (Bulog) memastikan persediaan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Lebak dan Pandeglang aman hingga satu tahun ke depan. Kepastian tersebut disampaikan Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Lebak, M. Syaukani Pinca, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/12).
Syaukani menjelaskan, saat ini stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang tersimpan di gudang Bulog Kantor Cabang Lebak mencapai sekitar 18 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan dua wilayah, yakni Kabupaten Lebak dan Pandeglang, hingga tahun 2026. “Bukan hanya untuk kebutuhan Natal dan Tahun Baru, tetapi penyalurannya juga cukup sampai tahun 2026,” ujar Syaukani.
Selain menjaga ketersediaan stok, Bulog juga telah menyalurkan beras sebanyak 4.200 ton untuk mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Penyaluran tersebut dilakukan untuk alokasi Oktober–November. “Total penyaluran kurang lebih 4.200 ton. Dengan jumlah itu kami bisa menjamin bahwa sampai akhir tahun harga beras tetap aman dan terkendali,” katanya.
Terkait harga, Syaukani menyebutkan bahwa sesuai ketentuan pemerintah, harga eceran tertinggi (HET) beras SPHP ditetapkan sebesar Rp62.500 per kemasan 5 kilogram untuk kualitas medium.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Yani. Ia memastikan ketersediaan beras di pasaran wilayah Kabupaten Lebak masih mencukupi kebutuhan masyarakat hingga awal tahun 2026. “Dari hasil pengecekan kami di pasar, ketersediaan beras insyaallah aman hingga dua minggu ke depan. Artinya, sampai melewati Tahun Baru kondisinya masih aman,” ungkap Yani.
Berdasarkan data Disperindag Kabupaten Lebak per 11 Desember 2025, harga beras di pasaran relatif stabil, yakni berkisar Rp11.500 per kilogram untuk kualitas medium dan Rp13.500 per kilogram untuk kualitas premium.
Meski stok pangan saat ini terjaga, Yani menegaskan Pemerintah Kabupaten Lebak akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. “Kami terus berkomunikasi dengan pihak terkait. Jika terjadi kelangkaan akibat penimbunan, tentu akan kami koordinasikan dengan Satgas Pangan untuk penindakan,” pungkasnya. (*)











Discussion about this post